Teknologi Fish Finder Tingkatkan Efisiensi Nelayan Tradisional di Indonesia

  • 09 Okt 2024 05:47 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram : Penggunaan teknologi semakin merambah sektor perikanan, salah satunya adalah penggunaan fish finder, perangkat akustik yang dirancang untuk mendeteksi ikan di bawah permukaan air. Perangkat ini terdiri dari monitor visual dan transduser yang memindai pergerakan ikan serta menampilkan informasi pada layar. Teknologi ini memberikan kemudahan bagi nelayan dalam menentukan lokasi tangkapan yang lebih akurat, sehingga menghemat waktu dan biaya operasional.

Menurut Abd. Saddam Mujib, S.Kel., M.Si, dosen Ilmu Kelautan Universitas Mataram (Unram), fish finder memiliki potensi besar untuk membantu nelayan tradisional di Indonesia. “Teknologi ini memungkinkan nelayan menemukan ikan di lokasi yang sebelumnya sulit dideteksi. Potensinya sangat besar, nelayan bisa mendapatkan hasil tangkapan lebih besar dan meningkatkan efisiensi kinerja mereka,” ujar Saddam, Selasa (08/10/2024).

Selain mendeteksi keberadaan ikan, fish finder juga dapat membantu nelayan mengetahui topografi bawah laut dan kedalaman air, yang penting dalam pengelolaan sumber daya laut. Teknologi ini menggunakan Aki sebagai sumber daya dan tidak memerlukan sinyal provider, membuatnya mudah dioperasikan di laut lepas. “Fish finder hanya membutuhkan laut untuk memancarkan sonarnya, sehingga dapat mendeteksi ikan di bawah permukaan,” jelas Saddam.

Namun, tantangan utama dalam adopsi teknologi ini adalah rendahnya tingkat pendidikan di kalangan nelayan tradisional, yang mengakibatkan kesulitan dalam memahami cara penggunaan fish finder. “Para nelayan masih membutuhkan bimbingan dan pelatihan untuk mengoperasikan alat ini,” tambah Saddam, menekankan pentingnya pendampingan.

Saddam juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara nelayan, pemerintah, dan pihak terkait. Pemerintah diharapkan mendukung dengan penyediaan anggaran untuk pembelian alat serta mengadakan sosialisasi dengan metode yang sesuai. “Tidak bisa langsung kita berikan begitu saja. Harus ada kolaborasi dengan pihak tertentu,” ujarnya.

Meskipun fish finder menawarkan banyak manfaat, penerapannya secara luas di kalangan nelayan tradisional masih memerlukan waktu. Infrastruktur dan aksesibilitas teknologi ini, terutama di daerah terpencil, masih menjadi kendala utama. Saddam juga menekankan perlunya perubahan paradigma di kalangan nelayan tradisional, dari sekadar berfokus pada kebutuhan harian menuju pemahaman akan keberlanjutan ekosistem laut.

(RRI Mataram /M. Aimar Fickry - MBKM Unram)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....