Prof Masnun: Kepemimpinan Menteri Agama di IAMI Perkuat Diplomasi Islam Indonesia

  • 30 Sep 2026 09:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Terpilihnya Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., sebagai Presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) dinilai menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas kontribusi Islam di tingkat internasional.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., mengatakan kepercayaan para imam dari berbagai negara kepada tokoh Indonesia menunjukkan bahwa pengalaman Islam Indonesia semakin mendapat perhatian dalam percaturan keagamaan global.

“Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman dan kontribusi Islam Indonesia semakin mendapatkan tempat dalam membangun dialog keagamaan dan perdamaian dunia,” ujarnya, Senin 28 September 2026.

Menurutnya, pengalaman Indonesia dalam mengembangkan kehidupan keagamaan yang moderat, inklusif, harmonis dan menghargai kemajemukan dapat menjadi modal penting dalam membangun komunikasi keagamaan lintas negara.

Momentum tersebut menjadi semakin relevan karena kehidupan global saat ini menghadapi beragam persoalan, seperti konflik, polarisasi sosial, intoleransi dan krisis kemanusiaan. Persoalan tersebut, kata Prof. Masnun, tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan politik dan ekonomi.

Di sinilah ia melihat keberadaan IAMI memiliki peran strategis. Organisasi tersebut dapat mempertemukan para imam dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman sekaligus membicarakan kontribusi agama dalam merespons persoalan masyarakat.

“IAMI dapat menjadi ruang strategis bagi para imam dari berbagai negara untuk membangun komunikasi, bertukar pengalaman, dan merumuskan kontribusi keagamaan terhadap persoalan global,” tuturnya.

Peran tersebut juga berkaitan dengan posisi masjid dan imam sebagai bagian dari kekuatan sosial di tengah masyarakat. Keduanya dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi, memperkuat persaudaraan dan menyampaikan pesan-pesan perdamaian.

Bagi Indonesia, forum semacam itu sekaligus membuka peluang memperkenalkan pengalaman mengelola kehidupan Islam di tengah masyarakat yang plural. Prof. Masnun menyebut nilai moderasi, inklusivitas dan penghargaan terhadap kemajemukan menjadi bagian dari kekuatan yang dapat dibawa ke forum internasional.

Kepemimpinan Prof. Nasaruddin Umar di IAMI juga dinilai memiliki kaitan dengan pengembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia. Prof. Masnun yang juga Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Indonesia melihat kampus dapat mengambil bagian dalam agenda keislaman internasional tersebut.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki sumber daya berupa akademisi, peneliti, pusat studi dan lembaga pengabdian yang dapat dikembangkan untuk mendukung kerja sama lintas negara.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi ruang produksi pengetahuan, tetapi juga harus menjadi bagian dari penyelesaian persoalan masyarakat,” ungkap Prof. Masnun.

Karena itu, kolaborasi antara jejaring imam dunia dan PTKN dapat diarahkan pada berbagai kegiatan akademik. Di antaranya konferensi internasional, pertukaran akademisi dan imam, riset bersama, pengembangan kurikulum pendidikan keagamaan serta kajian mengenai masjid dan peradaban.

Prof. Masnun menilai setiap PTKN memiliki karakteristik dan keunggulan akademik masing-masing yang dapat dihimpun menjadi kekuatan kolektif untuk memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi Islam Indonesia.

“Forum Rektor PTKN Indonesia melihat ini sebagai peluang untuk semakin memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi Islam Indonesia. Kita memiliki banyak akademisi, peneliti, pusat studi, dan lembaga pengabdian yang dapat dikolaborasikan dalam agenda-agenda global,” terangnya.

Ia juga menyambut terpilihnya Prof. Nasaruddin Umar sebagai Presiden pertama IAMI sebagai sebuah amanah sekaligus kehormatan bagi Indonesia. Menurutnya, kepemimpinan tersebut dapat menjadi pintu untuk memperluas kerja sama keagamaan dan akademik Indonesia dengan komunitas internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....