Jurnalis Ini Dinobatkan sebagai Raja Kerajaan Tooro di Uganda
- 30 Sep 2026 08:09 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Jurnalis Edward Rukidi Kijanangoma dinobatkan sebagai Raja Kerajaan Tooro, Uganda, dalam upacara tradisional yang mengakhiri perselisihan mengenai suksesi kerajaan. Pria berusia 56 tahun itu menjadi raja ke-13 masyarakat Batooro dengan gelar Edward Rukidi Nyabongo I.
Melansir AlJazeera, Nyabongo I menggantikan Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV yang meninggal dunia bulan lalu pada usia 34 tahun karena kanker. Kematian Oyo memicu perselisihan setelah ibunya menyatakan bahwa putra Oyo yang sebelumnya tidak diketahui publik berhak menduduki takhta.
Pemilihan Nyabongo I dilakukan oleh komite beranggotakan 21 orang dari klan kerajaan Babiito. Ia merupakan sepupu mendiang Raja Oyo dan terpilih meski bukan berasal dari garis suksesi langsung.
Prosesi penobatan berlangsung di ibu kota Kerajaan Tooro, Fort Portal, melalui sejumlah ritual tradisional. Upacara tersebut antara lain ditandai penyembelihan seekor banteng dan penggunaan darah ayam dalam rangkaian ritual kerajaan.
Nyabongo I sebelumnya bekerja sebagai jurnalis di lembaga penyiaran negara Uganda Broadcasting Corporation atau UBC. Mantan rekan kerjanya menggambarkan Nyabongo sebagai sosok rendah hati dan dekat dengan masyarakat.
Sebelum mengikuti prosesi utama, Nyabongo I berjalan menuju Istana Karuziika pada Selasa dini hari. Ia berjalan dari tengah malam hingga sekitar pukul 03.00 waktu setempat sebelum mengikuti ritual berupa simulasi pertempuran untuk memperebutkan mahkota.
Penobatan tersebut tetap berlangsung meski mendapat penolakan dari ibu mendiang raja, Best Kemigisa, dan saudara perempuannya, Putri Ruth Komuntale. Keduanya menyatakan mendiang Oyo meninggalkan seorang putra yang masih kecil dan sebuah surat wasiat yang menetapkannya sebagai pewaris.
Perselisihan mengenai pewaris takhta tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Tooro. Identitas anak yang disebut sebagai pewaris juga sebelumnya tidak pernah diumumkan kepada publik.
Sejumlah pihak yang mendukung Nyabongo I mempertanyakan klaim tersebut. Mereka berpendapat seorang anak yang akan menjadi pewaris harus diperkenalkan kepada para tetua kerajaan ketika ayahnya masih hidup agar dapat diakui sebagai pewaris yang sah.
Uganda merupakan negara republik konstitusional yang dipimpin presiden hasil pemilihan umum. Meski tidak memiliki kekuasaan politik, empat kerajaan pra-kolonial di Uganda tetap memiliki pengaruh sebagai simbol identitas, sejarah, dan warisan budaya masyarakat setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....