Wow! Kasus Ebola di Kongo Tembus 8.000, Hampir 4.000 Orang Meninggal

  • 29 Sep 2026 20:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kasus Ebola yang terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo mencapai 8.067 kasus hingga 26 September 2026. Sebanyak 3.901 orang meninggal dunia dalam wabah yang disebut sebagai wabah Ebola paling mematikan di negara tersebut.

Data Kementerian Kesehatan Kongo yang dirilis Minggu menunjukkan kasus tersebar di 63 zona kesehatan pada tujuh dari 26 provinsi. Tingkat kematian atau case fatality rate dalam wabah ini telah melampaui 48 persen.

Kongo mengumumkan wabah tersebut pada 15 Mei 2026 setelah virus langka Bundibugyo terdeteksi. Hingga kini, virus tersebut belum memiliki vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan tingginya angka kematian menunjukkan seriusnya wabah tersebut.

“Tantangan terbesar ada pada deteksi kasus secara cepat dan deteksi dini pasien,” kata WHO dalam laporan terbarunya, dikutip AP, Selasa 29 September 2026.

Penanganan wabah kini menghadapi persoalan kekurangan tenaga kesehatan. WHO menyebut Kongo mulai kehabisan tenaga kesehatan untuk menangani penyebaran Ebola di sejumlah wilayah.

Africa Centers for Disease Control and Prevention atau Africa CDC mencatat 50 tenaga kesehatan meninggal sejak wabah diumumkan. Sejumlah tenaga kesehatan juga mengeluhkan keterlambatan pembayaran yang memicu aksi mogok.

Wabah Ebola juga berdampak pada layanan kesehatan lain di wilayah yang menjadi pusat penyebaran. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA mencatat layanan kesehatan primer rutin di Provinsi Ituri turun 13 persen pada April hingga Juni.

“Dampak tidak langsung dari wabah ini mencerminkan berkurangnya ketersediaan layanan kesehatan akibat tekanan terhadap tenaga dan operasional,” kata OCHA, dikutip AP, Selasa 29 September 2026.

Penyebaran Ebola juga menghadapi penolakan dari sebagian masyarakat di wilayah terdampak. Tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan beberapa kali diserang setelah sebagian warga menganggap Ebola sebagai penyakit yang dibuat-buat.

Sejumlah wilayah mulai menunjukkan tanda perbaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kasus terkonfirmasi menurun di antaranya di Provinsi Ituri dan Haut-Uele, meski penyebaran masih meluas ke wilayah lain.

Data Africa CDC menunjukkan wabah Ebola di Kongo telah menyebar lebih cepat dibandingkan wabah Ebola Afrika Barat pada periode 2014 hingga 2016. Pada pekan ke-19, wabah Afrika Barat mencatat 3.781 kasus, sedangkan Kongo telah mencatat 7.840 kasus.

WHO memperkirakan wabah di Kongo akan melampaui skala penyebaran wabah Afrika Barat tersebut. Wabah Afrika Barat berlangsung selama dua tahun dan menewaskan sekitar 11 ribu orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....