Presiden Brasil Larang Judi Online Berbasis Taruhan Olahraga

  • 29 Sep 2026 10:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataran - Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menandatangani keputusan yang melarang operasional dan promosi judi online berbasis taruhan olahraga dengan odds tetap. Kebijakan itu diambil untuk mengatasi persoalan kecanduan judi serta utang rumah tangga.

Melansir The Guardian, keputusan tersebut menghentikan operasional, layanan perantara, dan iklan taruhan berbasis odds tetap di Brasil. Pengguna platform taruhan dilarang melakukan setoran baru dan diberi waktu hingga 5 Oktober untuk menarik dana mereka.

Keputusan eksekutif sementara itu harus mendapat persetujuan Kongres dalam waktu 120 hari agar tetap berlaku. Pemerintah Brasil juga menyiapkan rancangan undang-undang yang mengatur tindak pidana terkait taruhan berbasis odds tetap.

Aturan tersebut antara lain menyasar promosi taruhan dan penggunaan data pribadi untuk menghubungi calon penjudi. Lula menyebut kebijakan itu sebagai langkah tegas untuk menangani dampak perjudian terhadap masyarakat.

“Saya mengambil keputusan yang keras, drastis, dan diperlukan,” kata Lula dikutip The Guardian.

Lula sebelumnya juga mengkritik industri perjudian dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menuding industri tersebut mengubah kecanduan menjadi sumber keuntungan dan berdampak pada kehancuran rumah tangga.

Kebijakan tersebut mendapat dukungan luas berdasarkan sejumlah survei di Brasil. Namun, Flávio Bolsonaro yang menjadi salah satu pesaing Lula dalam pemilihan presiden mendatang menilai keputusan tersebut sebagai kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan elektoral.

Pemerintah Brasil memperkirakan maraknya taruhan online telah menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi. Bank Sentral Brasil sebelumnya memperkirakan masyarakat menghabiskan sekitar 30 miliar real atau sekitar Rp100 triliun per bulan untuk taruhan.

Sebuah studi pada 2025 oleh Institute of Studies for Health Policies memperkirakan aktivitas perjudian dan taruhan menimbulkan biaya sosial sekitar 38,8 miliar real atau sekitar Rp130 triliun per tahun. Studi tersebut juga mengaitkan perjudian dengan peningkatan risiko depresi dan bunuh diri.

Brasil mulai membuka akses terhadap taruhan online pada 2018 saat pemerintahan Presiden Michel Temer. Pada Desember 2023, Lula menandatangani undang-undang yang untuk pertama kalinya mengatur dan mengenakan pajak terhadap perusahaan taruhan.

Beberapa bulan kemudian, pemerintah memblokir lebih dari 2.000 situs taruhan online yang dinyatakan beroperasi secara ilegal. Sejumlah platform yang diblokir disebut memiliki keterkaitan dengan organisasi kriminal di Brasil.

Langkah pelarangan tersebut juga mendapat perhatian dari industri sepak bola Brasil. Sejumlah klub sebelumnya memperingatkan bahwa perusahaan taruhan dapat menghentikan kontrak sponsorship jika pemerintah melarang taruhan olahraga.

Perusahaan taruhan menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi klub-klub sepak bola Brasil melalui kerja sama sponsorship. Namun, pemerintah menilai pembatasan taruhan diperlukan untuk mengatasi persoalan kecanduan dan tekanan ekonomi yang ditimbulkan aktivitas tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....