Dua Penembakan Massal di Afrika Selatan, Korban Tewas Bertambah Jadi 28

  • 29 Sep 2026 08:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Jumlah korban tewas dalam dua penembakan massal di Afrika Selatan pada Sabtu malam bertambah menjadi 28 orang. Sebanyak satu korban penembakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Melansir AP News, Kepolisian Afrika Selatan menyebut korban tersebut berasal dari penembakan di wilayah Wedela, dekat Johannesburg. Sebelumnya, 17 orang tewas dalam serangan itu dan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.

Penembakan terjadi di sebuah tempat hiburan yang dipenuhi warga pada Sabtu malam. Sejumlah pelaku bersenjata senapan AK-47 menembaki orang-orang yang berada di luar sebelum masuk ke dalam dan melanjutkan aksinya.

Para pelaku kemudian menggeledah sejumlah korban dan mengambil telepon seluler mereka. Mereka melarikan diri menggunakan dua kendaraan setelah membakar dua mobil yang berada di sekitar lokasi.

“Seorang korban lainnya meninggal di rumah sakit sehingga jumlah korban meninggal menjadi 18 orang,” kata Juru Bicara Kepolisian Afrika Selatan, dikutip AP News, Senin 28 September 2026.

Sekitar empat jam setelah penembakan di Wedela, serangan kembali terjadi di wilayah Lwandle, dekat Cape Town. Sebanyak 10 orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam penembakan di sebuah toko yang terhubung dengan tempat hiburan.

Polisi masih memburu sejumlah pelaku dalam penembakan tersebut. Jumlah pasti pelaku yang terlibat belum diketahui.

Dari korban tewas dalam penembakan di Wedela, identitas empat orang telah dikonfirmasi. Dua korban merupakan warga negara Afrika Selatan, sementara dua lainnya merupakan warga Lesotho.

Kepolisian menyebut seluruh korban luka yang menjalani perawatan di rumah sakit telah teridentifikasi. Lima korban mengalami luka tembak pada bagian tubuh bagian atas dan berada dalam kondisi kritis, sedangkan korban lainnya dalam kondisi stabil.

Penyelidikan terhadap dua penembakan tersebut masih berlangsung. Tim detektif kepolisian bersama anggota Angkatan Pertahanan Afrika Selatan dikerahkan untuk memburu para pelaku, namun hingga Senin belum ada tersangka yang ditangkap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....