Penyerang Biarawati Katolik di Yerusalem Divonis Bebas karena Gangguan Jiwa

  • 28 Agt 2026 09:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pengadilan Magistrat Yerusalem membebaskan seorang pria yang terbukti menyerang seorang biarawati Katolik. Ia bebas karena dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

Meski bebas dari hukuman pidana, pria tersebut diperintahkan menjalani perawatan di rumah sakit jiwa selama maksimal enam tahun. Hakim menyatakan terdapat bukti bahwa pria Yahudi asal permukiman di Tepi Barat yang diduduki itu melakukan penyerangan seperti yang didakwakan.

Direktur French Biblical and Archaeological School of Jerusalem, tempat biarawati itu bekerja sebagai peneliti, menyambut keputusan perawatan psikiatri tersebut. Ia berharap perawatan dijalankan secara penuh untuk menjamin keselamatan masyarakat dan membantu korban memulihkan kondisi psikologisnya.

Namun, Friar Olivier Poquillon menyesalkan keputusan pengadilan yang tidak menjatuhkan hukuman pidana. Menurut dia, pelaku tetap memiliki cukup kesadaran untuk memilih biarawati Katolik tersebut sebagai sasaran.

“Saat kejadian, penilaiannya tetap cukup untuk membuatnya dengan sengaja memilih seorang biarawati Katolik sebagai korban di antara semua orang yang berada di sana,” kata Poquillon kepada AP News.

Kasus tersebut terjadi ketika pelecehan terhadap umat Kristen di Kota Tua Yerusalem dilaporkan semakin sering. Sejumlah pemuka agama dan kelompok pembela kebebasan beragama menyebut aksi penghinaan verbal dan meludah terhadap umat Kristen menjadi persoalan yang semakin mengkhawatirkan.

Yisca Harani, pendiri Religious Freedom Data Center yang memantau kasus pelecehan terhadap umat Kristen, mengatakan gangguan mental tidak selalu membuat seseorang kebal terhadap pengaruh lingkungan. Ia menilai wacana anti-Kristen yang berkembang dapat memengaruhi tindakan seseorang, termasuk mereka yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Dia tetap merupakan produk dari ketidaktahuan atau hasutan yang ada di sekitarnya,” kata Harani.

Organisasi Harani mencatat jumlah insiden pelecehan terhadap umat Kristen di Yerusalem hampir tiga kali lipat dibandingkan empat tahun lalu. Dalam tiga bulan terakhir yang tercatat, kasus tersebut terjadi sekitar sekali sehari dan hampir seluruhnya dilakukan oleh kelompok nasionalis religius Yahudi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....