Kebakaran Tewaskan 14 Bayi Baru Lahir, PM Pakistan Copot Sekretaris Kesehatan
- 28 Agt 2026 09:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mencopot Sekretaris Kesehatan Aslam Ghauri setelah kebakaran di ruang bayi Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) menewaskan 14 bayi baru lahir. Pencopotan itu dilakukan di tengah penyelidikan atas penyebab kebakaran.
Mengutip AP News, tim investigasi mulai melakukan penyelidikan di lokasi kebakaran, Kamis 27 Agustus 2026. Tim tersebut dipimpin oleh mantan Sekretaris Kementerian Kesehatan Pakistan, Shahid Khan.
Tim tersebut diberi waktu 48 jam untuk menyampaikan rekomendasi awal kepada Sharif. Laporan lengkap mengenai hasil penyelidikan ditargetkan selesai dalam lima hari.
Penyebab kebakaran masih belum dipastikan. Pejabat rumah sakit sebelumnya menyebut ledakan pendingin udara sebagai pemicu, sedangkan laporan awal rumah sakit menyatakan api bermula dari ledakan nebulizer.
Api kemudian menyebar dengan cepat akibat tingginya konsentrasi oksigen di ruang perawatan bayi. Tim penyelidik akan menentukan secara independen penyebab kebakaran tersebut.
Kebakaran terjadi di lantai tiga PIMS pada Rabu pagi dan hanya satu dari 15 bayi yang berada di ruangan itu berhasil diselamatkan. Api tidak merembet ke bagian lain rumah sakit.
Tragedi tersebut memicu pertanyaan mengenai kesiapan fasilitas keselamatan di rumah sakit. Keluarga korban dan masyarakat meminta pemerintah memastikan ketersediaan peralatan pemadam serta sistem tanggap darurat yang memadai.
Salah satu ibu korban, Mrs Mohammad Sami, mengatakan bayinya baru tiga hari menjalani perawatan intensif ketika kebakaran terjadi. Ia mengaku kehilangan anaknya dalam tragedi tersebut.
“Saya tidak tahu harus berkata apa atau siapa yang harus disalahkan. Saya kehilangan anak saya,” kata Sami kepada AP News.
Pemerintah Pakistan kemudian memerintahkan evaluasi sistem keselamatan kebakaran di rumah sakit. Pemerintah Provinsi Punjab juga meminta pemeriksaan terhadap fasilitas pemadam dan kesiapan penanganan keadaan darurat di rumah sakit-rumah sakit wilayah tersebut.
Seluruh jenazah 14 bayi telah diserahkan kepada keluarga masing-masing pada Rabu malam untuk dimakamkan. Pemerintah menyediakan ambulans untuk membantu keluarga membawa jenazah dari rumah sakit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....