Kebakaran Rumah Sakit Pakistan, 14 Bayi Baru Lahir Tewas

  • 28 Agt 2026 09:50 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kebakaran melanda ruang perawatan bayi di Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), Islamabad, Pakistan, Rabu 26 Agustus 2026, dan menewaskan 14 bayi baru lahir. Kebakaran diduga dipicu ledakan pendingin udara yang berada di ruang tersebut.

Dari 15 bayi yang saat kejadian berada di ruang perawatan, hanya satu yang berhasil diselamatkan. Api hanya membakar ruang perawatan bayi dan tidak merembet ke bagian lain rumah sakit.

Petugas penyelamat menggunakan tangga untuk mencapai ruang perawatan di lantai tiga melalui jendela yang pecah. Sementara itu, orang tua dan keluarga korban berdatangan ke rumah sakit, sebagian menangis dan lainnya mempertanyakan penyebab kebakaran serta kesiapan fasilitas pemadam kebakaran.

Juru bicara rumah sakit, Dr Aneeza Jalil, mengatakan enam jenazah bayi telah diserahkan kepada keluarga.

“Jenazah lainnya akan diserahkan setelah proses penanganan selesai,” ujarnya dikutip dari AP News.

Salah satu orang tua korban, Mrs Mohammad Sami, mengatakan bayinya baru tiga hari menjalani perawatan setelah ia melahirkan. Bayinya mendapat perawatan intensif di ruang tersebut ketika kebakaran terjadi.

"Saya tidak tahu harus berkata apa atau siapa yang harus disalahkan, saya kehilangan anak saya," kata Sami sambil menangis.

Kepala Komisaris Islamabad Suhail Ashraf mengatakan kebakaran telah berhasil dipadamkan. Tidak ada korban luka lain yang dilaporkan dan bagian rumah sakit selain ruang perawatan bayi tidak terdampak.

Pemerintah Pakistan membentuk tim pencari fakta untuk menyelidiki penyebab kebakaran dan penanganan insiden tersebut. Tim itu diberi waktu 24 jam untuk melaporkan sumber api, penyebaran kebakaran, ketersediaan fasilitas keselamatan serta respons petugas saat keadaan darurat.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga memerintahkan pencopotan Sekretaris Kesehatan Aslam Ghauri dari jabatannya. Sharif sebelumnya menggelar rapat tingkat tinggi bersama pejabat terkait untuk membahas tragedi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....