Kapal Feri Tenggelam di Lepas Pantai Guyana, 72 Penumpang Tewas
- 26 Jul 2026 14:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Sebanyak 72 orang terkonfirmasi menjadi korban tewas dalam insiden tenggelamnya kapal ferry MV Barima di lepas pantai Guyana, Amerika Selatan, Sabtu 25 Juli 2026. Tim SAR setempat masih berupaya mengevakuasi korban lain serta bangkai kapal yang karam tersebut.
Melansir The Guardian, sebanyak 76 orang berhasil diselamatkan dari total 179 penumpang yang ada di dalam kapal. Pemerintah Guyana memperkirakan jumlah korban meninggal dapat mencapai 100 orang.
Perdana Menteri Guyana, Mark Phillips, mengatakan area pencarian telah diperluas. Pemerintah berkomitmen menemukan seluruh korban agar keluarga dapat memakamkan mereka dengan layak.
"Pemerintah Guyana terus berdiri bersama seluruh keluarga yang terdampak pada masa sulit ini. Seluruh sumber daya yang tersedia akan dikerahkan hingga operasi selesai secara aman dan bermartabat," kata Phillips via The Guardian.
Kapal feri MV Barima yang telah beroperasi selama 87 tahun berangkat dari ibu kota Georgetown pada Sabtu. Kapal itu menuju Port Kaituma sebelum mengalami kebocoran dan akhirnya terbalik di perairan Samudra Atlantik, lepas pantai Essequibo.
Phillips menyatakan kapal tersebut tidak memiliki perlindungan asuransi. Pemerintah menanggung seluruh biaya pemakaman korban beserta pengeluaran lain yang berkaitan dengan tragedi tersebut.
Tim penyelam dari Brasil serta Trinidad dan Tobago ikut membantu proses evakuasi kapal. Pemerintah berharap pemeriksaan terhadap bangkai kapal dapat mengungkap penyebab kecelakaan.
Kepolisian telah membuka penyelidikan pidana. Tiga orang telah diamankan, termasuk nakhoda kapal yang selamat dan seorang awak kapal yang hasil tesnya menunjukkan positif menggunakan ganja.
Manifest kapal mencatat terdapat 116 penumpang dan 17 awak kapal. Akan tetapi, aparat meyakini jumlah orang yang berada di atas kapal mencapai sekitar 179 orang.
Sejumlah warga Guyana mempertanyakan lambatnya proses penyelamatan. Beberapa penyintas mengaku harus bertahan berjam-jam di laut sebelum akhirnya dievakuasi.
Phillips meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan. Hasil investigasi nantinya akan ditelaah oleh komisi penyelidikan yang akan dibentuk pemerintah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....