Polisi Antiteror Inggris Selidiki Kematian Eks Menteri Ann Widdecombe

  • 14 Jul 2026 08:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kepolisian Inggris mengambil alih penyelidikan kasus dugaan pembunuhan mantan menteri pemerintahan Inggris, Ann Widdecombe. Keputusan itu diambil setelah penyidik menemukan informasi dan bukti baru terkait kasus tersebut.

Menteri Dalam Negeri Inggris Shabana Mahmood mengatakan penyelidikan kini dipimpin unit antiteror. Sebelumnya, polisi menyatakan belum menemukan indikasi keterkaitan kasus itu dengan aksi terorisme.

"Berdasarkan informasi dan bukti baru, kepolisian antiteror kini memimpin penyelidikan atas pembunuhan mengerikan terhadap Ann Widdecombe," kata Mahmood dikutip dari Reuters, Senin 13 Juli 2026.

Mahmood mengatakan polisi masih mendalami sejumlah kemungkinan untuk mengungkap motif pelaku. Ia juga berjanji menyampaikan perkembangan kasus tersebut kepada parlemen pada hari yang sama.

Widdecombe, 78 tahun, ditemukan tewas di rumahnya di kawasan pedesaan Inggris barat daya pada Kamis pekan lalu. Polisi menyebut korban mengalami luka serius saat ditemukan.

Seorang pria warga negara Inggris ditangkap di Rotherham, Inggris utara, pada Sabtu malam atas dugaan pembunuhan. Penangkapan itu semula dilakukan sebagai perkara pidana umum.

Namun, BBC melaporkan polisi kembali menangkap pria tersebut dengan dugaan melakukan, mempersiapkan, atau menghasut tindakan terorisme. Informasi itu disampaikan mengutip sumber dari kepolisian antiteror.

Kasus kematian Widdecombe kembali memicu sorotan terhadap keamanan para politisi di Inggris. Dalam satu dekade terakhir, dua anggota parlemen aktif tewas akibat serangan mematikan.

Politikus Partai Buruh, Jo Cox, ditembak dan ditikam oleh pelaku yang terobsesi ideologi Nazi saat kampanye Brexit pada 2016. Anggota parlemen Partai Konservatif, David Amess, kemudian tewas ditikam pada 2021 oleh pelaku yang terinspirasi kelompok militan ISIS.

Widdecombe dikenal sebagai politikus berhaluan konservatif. Ia pernah menjabat menteri muda pada pemerintahan Perdana Menteri John Major pada 1992–1997 sebelum bergabung dengan Partai Reform UK yang dipimpin Nigel Farage.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....