Sinergi Literasi Global, NTB Gandeng Konjen China Perluas Akses Pengetahuan
- 17 Mar 2026 10:25 WIB
- Mataram
Poin Utama
- NTB Gandeng Konjen China
- Konjen China
- Literasi
- Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok
RRI.CO.ID, Mataram - Momentum Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperkuat kolaborasi internasional di bidang literasi. Bunda Literasi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, bersama Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar, Zhang Zhisheng, menegaskan komitmen memperluas akses pengetahuan sebagai fondasi kemandirian masyarakat.
Dalam kegiatan yang melibatkan puluhan komunitas literasi di Pulau Lombok itu, Zhang menekankan pentingnya pengetahuan sebagai instrumen utama memutus rantai kemiskinan. Ia menyebut pengalaman negaranya dalam meningkatkan angka literasi sebagai bukti bahwa pendidikan dapat menjadi jalan keluar yang berkelanjutan.
“Pengetahuan adalah makanan bagi akal. Dengan pengetahuan, seseorang bisa membangun kehidupannya sendiri,” kata Zhang, Senin, 16 Maret 2026.

Ia juga menyinggung kehidupan umat Muslim di China yang, menurutnya, berjalan harmonis dengan dukungan puluhan ribu masjid. Hal itu disebut sebagai jembatan kedekatan budaya antara masyarakat China dan Indonesia.
Sinta Agathia menyambut baik kehadiran perwakilan Konsulat China tersebut. Ia menilai dukungan internasional dapat menjadi energi baru bagi gerakan literasi yang selama ini digerakkan oleh relawan, terutama kalangan muda di NTB.
“Kami ingin memperlihatkan gerakan literasi yang tumbuh dari bawah. Harapannya, ke depan ada ruang kolaborasi yang lebih konkret, termasuk dalam penguatan kapasitas dan akses,” ujarnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Ashari, mengatakan gerakan literasi di daerah itu menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya melalui program Kemah Literasi serta pengukuhan Bunda Literasi desa yang menjangkau hingga tingkat komunitas.
Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak, termasuk mitra internasional, menjadi peluang untuk mempercepat peningkatan minat baca masyarakat. Dinas Perpustakaan, kata Ashari, juga membuka peluang kerja sama dengan Konsulat China, terutama dalam pengembangan fasilitas dan pemanfaatan teknologi di perpustakaan daerah.
Kegiatan tersebut turut diisi dengan penyerahan simbolis paket buku kepada perwakilan 16 komunitas literasi di Lombok. Forum itu sekaligus menjadi ruang diskusi mengenai potensi kolaborasi di bidang edukasi dan teknologi.
Sinta berharap gerakan literasi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Lombok, tetapi juga menjangkau Pulau Sumbawa. “Ekosistem literasi harus tumbuh merata agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....