Dalai Lama, Pejuang Rakyat Tibet di Panggung Dunia
- 30 Jun 2025 15:02 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Dalai Lama, pemimpin spiritual tertinggi umat Buddha Tibet, telah menghabiskan lebih dari 60 tahun memperjuangkan otonomi dan kebebasan beragama bagi rakyatnya lewat jalan damai. Meski kerap menyebut dirinya “biksu biasa”, ia tetap menjadi sosok penting di panggung internasional.
Bernama asli Lhamo Dhondup, ia lahir pada 1935 dari keluarga petani jelai dan gandum kuda di provinsi Qinghai, Tiongkok barat laut. Di usia dua tahun, ia diakui sebagai reinkarnasi ke-14 pemimpin spiritual Tibet.
Dikutip dari Reuters, Dalai Lama remaja mengambil peran politik dan sempat bertemu Mao Zedong di Beijing pasca Tiongkok mengambil alih Tibet pada 1950. Namun pada 1959, ia terpaksa melarikan diri menyamar sebagai tentara biasa di tengah pemberontakan gagal di Lhasa.
Ia menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 1989 atas pendekatannya yang non-kekerasan dalam perjuangan tersebut. Dalam perjalanannya, Dalai Lama telah bertemu banyak pemimpin dunia dan menjadi inspirasi spiritual bagi jutaan orang.
Sejak tinggal di India, Dalai Lama membentuk pemerintahan Tibet di pengasingan. Ia tak lagi menuntut merdeka, tapi hanya meminta kebebasan beragama dan budaya di bawah Tiongkok.
Namun, popularitasnya memicu kemarahan Beijing. Pemerintah Tiongkok menyebutnya separatis berbahaya dan tidak mengakui legitimasi perannya.
Kini pada ulang tahunnya yang ke-90 pada Minggu (6/7/2025), perhatian tertuju pada sikapnya soal suksesi. Dalam buku Voices for the Voiceless tahun ini, ia menyatakan penerusnya kelak akan lahir dari luar wilayah Tiongkok.
Pernyataan itu dianggap sebagai yang paling tegas soal penerusnya sejauh ini. Ia juga sebelumnya mengatakan penerusnya bisa saja seorang perempuan, atau bahkan tidak ada penerus sama sekali.
Ia menegaskan bahwa penerus yang ditunjuk oleh pemerintah Tiongkok tidak akan dihormati. Beijing sendiri terus menekan negara-negara asing untuk tidak memberikan panggung bagi Dalai Lama.
Pada 2011, ia menyerahkan peran politiknya kepada pemimpin terpilih dari pemerintahan Tibet di pengasingan. Namun, hingga kini ia tetap aktif menerima tamu, memberi ceramah, dan berbagi pandangan hidup.
Dalai Lama yang kini berjalan tertatih akibat operasi lutut, mengaku tetap optimistis soal usianya. “Menurut mimpi saya, saya bisa hidup hingga 110 tahun,” katanya kepada Reuters, Desember lalu.
Artikel ini merupakan hasil saduran artikel Reuters yang berjudul "The Dalai Lama, a tireless advocate for Tibet and its people".
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....