Ribuan Warga Thailand Demo, Tuntut PM Paetongtarn Mundur
- 29 Jun 2025 15:53 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Ribuan demonstran memadati kawasan Monumen Kemenangan, Bangkok, Minggu (29/6/2025), menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra. Aksi ini dipicu kebocoran rekaman telepon antara Paetongtarn dan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.
Dalam rekaman tersebut, dikutip dari BBC, Paetongtarn menyebut seorang komandan militer Thailand hanya "ingin terlihat keren" dan memanggil Hun Sen dengan sapaan "paman". Ucapan itu memicu kemarahan publik.
Meski sudah meminta maaf, Paetongtarn tetap membela percakapan itu sebagai bagian dari "teknik negosiasi". Ia mengatakan aksi protes adalah hak rakyat, selama dilakukan secara damai.
Unjuk rasa ini menjadi yang terbesar sejak Partai Pheu Thai kembali berkuasa pada 2023. Massa membawa bendera Thailand, payung, serta poster bertuliskan “PM adalah musuh negara”.
Parnthep Pourpongpan, pemimpin demonstrasi, menyebut Paetongtarn sebagai sumber masalah dan harus mundur. Ia juga menuduh keluarga Shinawatra terlalu dekat dan mudah dipengaruhi oleh keluarga Hun dari Kamboja.
Seorang peserta aksi, Seri Sawangmue (70), datang dari wilayah utara Thailand untuk menyuarakan ketidakpuasan. “Saya ingin melindungi kedaulatan Thailand. PM tidak layak memimpin,” ujarnya kepada BBC.
Aksi ini digelar oleh kelompok nasionalis United Force of the Land, yang selama dua dekade aktif menentang pemerintahan Shinawatra. Mereka menyatakan eksekutif dan parlemen telah gagal menjalankan demokrasi dan konstitusi.
Suasana aksi sempat diguyur hujan deras, namun tak menyurutkan semangat massa. Ketika hujan reda, pelangi muncul di atas Monumen Kemenangan, menjadi latar simbolik aksi protes hari itu.
Selasa mendatang, Mahkamah Konstitusi akan memutuskan apakah menerima permohonan senat untuk memberhentikan Paetongtarn. Ia dituduh tidak profesional dalam menangani isu diplomatik sensitif dengan Kamboja.
Hun Sen mengaku membagikan rekaman percakapan dengan 80 politikus sebelum akhirnya bocor. Ia bahkan mengunggah versi penuh percakapan berdurasi 17 menit di Facebook miliknya.
Ketegangan Thailand-Kamboja dipicu bentrokan di perbatasan pada Mei yang menewaskan seorang tentara Kamboja. Konflik ini menambah panjang sejarah sengketa wilayah kedua negara sejak era kolonial Prancis.
Meski hubungan kedua negara kian renggang, keluarga Shinawatra dan Hun tetap dikenal memiliki ikatan dekat secara pribadi. Paetongtarn sendiri adalah anak dari Thaksin Shinawatra dan keponakan dari PM perempuan pertama Thailand, Yingluck Shinawatra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....