29 Siswa Meninggal, Sistem Pendidikan Afrika Tengah Dikritik
- 27 Jun 2025 16:27 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Tragedi meninggalnya 29 pelajar akibat kepanikan massal di sebuah sekolah di Bangui memicu kritik tajam terhadap pemerintah Afrika Tengah. Koalisi oposisi menilai insiden ini mencerminkan kelalaian dalam menjamin keselamatan siswa dan infrastruktur pendidikan.
Menteri Pendidikan Aurelien-Simplice Kongbelet-Zingas mengatakan pihaknya akan segera mengusut penyebab insiden.
“Langkah-langkah cepat akan diambil untuk mengungkap keadaan kejadian ini,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip SCMP, Jumat (27/6/2025) dini hari.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan mengumumkan jadwal baru bagi siswa yang tertunda ujian akibat tragedi tersebut. Pengamanan di sekitar sekolah dan rumah sakit diperketat pascakejadian.
Insiden ini terjadi di tengah kondisi politik yang tegang menjelang pemilu legislatif dan presiden yang dijadwalkan berlangsung Agustus dan Desember tahun ini. Para pakar PBB mendesak dilakukannya reformasi mendesak terhadap otoritas pemilu agar pemilihan berlangsung transparan.
Afrika Tengah merupakan salah satu negara termiskin di dunia dan kerap dilanda konflik bersenjata. Meski ibu kota kini relatif aman, bentrokan antara tentara nasional dan kelompok pemberontak masih kerap terjadi di wilayah terpencil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....