Polisi Brasil Tangkap Lima Anggota Komplotan Pembunuh Hakim

  • 29 Mei 2025 14:18 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Kepolisian Federal Brasil menangkap lima orang yang diduga anggota kelompok kriminal yang dibentuk untuk membunuh dan memata-matai para politisi serta hakim tinggi. Penangkapan dilakukan pada Rabu (28/5/2025) waktu setempat.

Penyelidikan mengungkap aktivitas jaringan tersebut yang beroperasi lintas negara bagian. Mengutip Reuters, kelompok itu diduga didirikan oleh seorang perwira militer bersama sejumlah warga sipil.

Polisi meyakini kelompok ini telah merancang serangkaian serangan terhadap pejabat tinggi negara. Organisasi itu menyebut dirinya sebagai C4, singkatan dari Command for hunting Communists, Corrupt people, and Criminals.

"Nama tersebut mencerminkan ideologi ekstrem yang dijadikan pembenaran bagi aksi-aksi kekerasan mereka," tulis Ricardo Brito, jurnalis Reuters yang meliput kasus ini.

Dokumen tersebut juga mengungkap bahwa kelompok ini mematok tarif 250 ribu real Brasil atau sekitar 44 ribu dolar AS untuk menjadikan hakim sebagai target. Sementara untuk senator, tarifnya lebih rendah, yakni 150 ribu real.

Kelompok ini tidak hanya bersenjata lengkap dengan senapan dan bahan peledak, tetapi juga menggunakan perempuan pekerja seks sebagai umpan. Modus itu diduga digunakan untuk memancing target agar terjebak dalam situasi kompromi sebelum diserang.

Hingga saat ini belum ada informasi pasti apakah ada pejabat tinggi Brasil yang benar-benar menjadi korban. Namun, penyelidikan dimulai setelah pembunuhan seorang pengacara di kota Cuiabá, negara bagian Mato Grosso.

Sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung, polisi federal juga melakukan enam penggeledahan dan penyitaan barang bukti. Operasi itu digelar di tiga negara bagian berbeda di Brasil pada hari yang sama.

Hingga berita ini diturunkan, polisi belum memberikan rincian lebih lanjut tentang peran masing-masing tersangka maupun kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas. Investigasi masih terus berjalan dan otoritas menjanjikan transparansi kepada publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....