Kuburan Massal Era Perang Saudara Ditemukan di Thessaloniki, Yunani
- 30 Apr 2025 20:16 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Sebanyak 33 kerangka manusia ditemukan di taman kota di Thessaloniki, Yunani, saat pekerja memasang bangku dan secara tak sengaja menggali tengkorak manusia yang rapuh. Temuan itu berada tepat di bawah bekas penjara Yedi Kule.
Dilansir dari AP News, tulang-belulang ditemukan dalam kuburan tak bernisan, banyak di antaranya dengan bekas tembakan di tengkorak. Kuat dugaan bahwa lokasi itu merupakan kuburan massal korban kekerasan politik pasca-Perang Dunia II.
Pemerintah kota Neapolis-Sykies menyebut temuan ini memiliki nilai sejarah nasional dan menolak menghentikan penggalian meski layanan arkeologi negara menyatakan tulang-tulang itu berusia kurang dari 100 tahun. Penggalian tetap dilanjutkan karena diyakini berkaitan dengan eksekusi massal oleh negara.
Sejumlah keluarga korban mulai berdatangan ke lokasi, membawa bunga dan meminta uji DNA. Mereka berharap bisa mengenali dan membawa pulang jenazah kerabat mereka yang hilang pada masa konflik.
“Banyak yang mencari kakek atau paman mereka,” kata Wali Kota Simos Daniilidis kepada AP News.
Yedi Kule diketahui menjadi lokasi penyiksaan dan eksekusi terhadap ratusan tahanan politik antara 1946 hingga 1949. Barang-barang pribadi yang ditemukan di antara kerangka, seperti sepatu wanita dan cincin.
Salah satu korban bernama Agapios Sachinis dieksekusi pada usia 19 tahun karena menolak mencabut keyakinan politiknya. Keponakannya, Agapios Sachinis yang kini berusia 78 tahun, berharap jasad pamannya bisa dikremasi dan disimpan di rumahnya.
“Saya ingin dia tetap dekat,” ujarnya.
Perang Saudara Yunani menjadi cikal bakal kebijakan Truman Doctrine, kebijakan anti-komunis Amerika Serikat yang kemudian memicu intervensi serupa di berbagai negara selama Perang Dingin. Konflik ini menyebabkan ribuan korban tewas, hilang, dan terlunta.
Selama puluhan tahun, isu penggalian kuburan massal Perang Saudara dianggap tabu dan tak pernah menjadi agenda politik. Undang-undang darurat baru dicabut sepenuhnya pada 1989, dan dokumen eksekusi tidak pernah dipublikasikan.
Pemerintah pusat Yunani belum mengomentari penemuan ini secara resmi. Sementara itu, warga sekitar taman mengaku pernah mendengar soal temuan tulang pada masa lalu, tetapi tak pernah ada penyelidikan lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....