Vietnam Peringati 50 Tahun Kemenangan Perang
- 30 Apr 2025 19:39 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Hari ini, Rabu (30/4/2025), Vietnam memperingati 50 tahun berakhirnya Perang Vietnam dengan parade militer besar-besaran. Momen ini juga menandai setengah abad bersatunya Vietnam sebagai satu negara modern setelah jatuhnya Saigon pada 30 April 1975.
Dilansir dari AP News, peringatan dimulai sejak dini hari waktu setempat, saat ribuan warga memadati jalanan bekas ibu kota Vietnam Selatan untuk menyaksikan parade. Warga membawa bendera nasional, mengenakan kaos berlambang bintang merah.
Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, menyampaikan pesan persatuan di hadapan rakyat dan tamu negara. “Semua orang Vietnam berhak hidup, bekerja, dan mengejar kebahagiaan dalam negara ini,” ujarnya kepada AP News.
Dalam pidatonya, To Lam juga menyerukan semangat menutup masa lalu dan menghormati perbedaan demi pembangunan nasional. Ia menegaskan Vietnam akan terus membangun diri sebagai negara damai, bersatu, sejahtera, dan berkembang.
Parade melibatkan sekitar 13 ribu peserta, termasuk tentara, milisi, veteran, dan warga sipil dari berbagai daerah. Rute parade melewati Istana Kemerdekaan, tempat tank Vietnam Utara menembus gerbang pada hari terakhir perang.
Sejumlah negara sahabat juga ikut meramaikan perayaan, termasuk pasukan dari Tiongkok, Laos, dan Kamboja. Di langit, helikopter dan jet tempur mengibarkan bendera nasional di atas kota yang dahulu dikenal sebagai Saigon.
Tokoh-tokoh penting turut hadir, seperti mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Sekjen Partai Komunis Laos Thongloun Sisoulith. Warga yang tidak bisa hadir di lokasi menyaksikan siaran langsung dari rumah masing-masing, sembari mengabadikan momen lewat ponsel.
Dalam sambutannya, To Lam menyebut kemenangan atas Amerika Serikat dan Vietnam Selatan sebagai tonggak bersejarah perjuangan kemerdekaan Vietnam selama 30 tahun. Ia juga mengakui dukungan Uni Soviet, Tiongkok, Laos, dan Kamboja sebagai kekuatan solidaritas global yang penting.
Tahun ini juga menandai 30 tahun hubungan diplomatik antara Vietnam dan Amerika Serikat. Sejak 2023, kedua negara telah meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis komprehensif, level tertinggi dalam diplomasi Vietnam.
Kedekatan Vietnam dengan AS sebelumnya menjadi penyeimbang terhadap tekanan dari Tiongkok dalam sengketa Laut Cina Selatan. Kini, ketidakpastian kebijakan luar negeri AS menimbulkan pertanyaan soal posisi Vietnam dalam peta strategi Indo-Pasifik.
Meski begitu, perayaan ini menunjukkan bahwa bagi rakyat Vietnam, semangat damai tetap menjadi cita-cita bersama. “Sekarang saatnya untuk perdamaian,” kata Nguyen Thi Hue, salah satu warga yang ikut merayakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....