Bentrok Druze-Sunni di Damaskus, 13 Orang Tewas

  • 30 Apr 2025 08:41 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Sebanyak 13 orang tewas dalam bentrokan di Jaramana, kota mayoritas Druze di tenggara Damaskus, Suriah. Insiden dipicu rekaman suara seorang pria yang menghina Nabi Muhammad dan menyulut kemarahan kelompok bersenjata Sunni.

Bentrokan dimulai sejak malam saat kelompok bersenjata dari kota Sunni seperti Maliha masuk ke Jaramana. Mereka menggunakan senjata ringan dan menewaskan beberapa warga.

Dua korban berasal dari Dinas Keamanan Umum Suriah, yang dibentuk dari eks pemberontak. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Mustafa al-Abdo, membantah ada serangan terorganisir dari luar.

"Yang terjadi adalah protes warga yang kemudian mendapat tembakan dari kelompok lokal," katanya dikutip dari Reuters, Rabu (30/4/2025).

Pemerintah menyelidiki asal rekaman suara yang memicu kerusuhan. Warga diminta agar tidak membiarkan emosi berubah menjadi kekerasan.

Sheikh Yousef Jarbou, tokoh agama Druze menyerukan agar semua pihak menahan diri. "Apa yang diucapkan oleh segelintir orang tidak mewakili kami dan ditolak oleh seluruh masyarakat," katanya.

Tokoh Druze bertemu dengan aparat keamanan untuk mencegah aksi lanjutan. Mereka sepakat menindak pelaku dan meredam ketegangan antar kelompok.

Kelompok Druze sejak lama menolak menyerahkan senjata kepada pemerintah baru. Mereka merasa tidak mendapat jaminan perlindungan dari serangan kelompok ekstremis.

Rabei Munzir, aktivis lokal, menyalahkan negara karena tak mencegah serangan itu. "Pihak berwenang bertanggung jawab atas keamanan," keluhnya.

Israel menyatakan siap bertindak jika Druze di Suriah terancam. Ribuan warga Druze tinggal di Israel dan Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....