Angka Kelahiran Jepang Sentuh Rekor Terendah, Populasi Terus Menyusut

  • 28 Feb 2025 10:29 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Jumlah kelahiran di Jepang mencapai titik terendah dalam sejarah, dengan hanya 720.988 bayi lahir pada 2024, menurut data yang dirilis Kementerian Kesehatan Jepang baru-baru ini. Angka ini turun 5% dibandingkan 2023, sekaligus melanjutkan tren penurunan populasi selama sembilan tahun terakhir.

Mengutip dari Reuters, tren ini terjadi meskipun pemerintah telah meluncurkan berbagai kebijakan pada 2023 untuk meningkatkan angka kelahiran. Sementara itu, jumlah kematian mencapai rekor 1,62 juta jiwa, yang berarti lebih dari dua orang meninggal untuk setiap bayi yang lahir.

Takumi Fujinami, ekonom dari Japan Research Institute, menjelaskan bahwa penurunan angka pernikahan dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor utama penurunan kelahiran. Menurutnya, dampak pandemi COVID-19 masih terasa, meskipun jumlah pernikahan meningkat 2,2% menjadi 499.999 pada 2024.

Namun, peningkatan ini masih jauh dari cukup untuk menutup penurunan tajam di tahun-tahun sebelumnya, termasuk penurunan 12,7% pada 2020. Tidak seperti di negara-negara Barat, mayoritas bayi di Jepang lahir dalam ikatan pernikahan, sehingga penurunan jumlah pernikahan berpengaruh langsung terhadap angka kelahiran.

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, menanggapi data terbaru ini dengan menyoroti kenaikan jumlah pernikahan sebagai peluang untuk membalikkan tren penurunan angka kelahiran.

"Kita harus menyadari bahwa tren penurunan ini belum berhenti, tetapi peningkatan jumlah pernikahan menunjukkan adanya potensi perubahan," katanya dalam keterangan resmi, dikutip dari Reuters.

Meskipun begitu, para ahli menilai bahwa Jepang masih menghadapi tantangan besar, dengan tingkat fertilitas yang berada di angka 1,20 pada 2023. Angka ini jauh di bawah jumlah yang diperlukan untuk menjaga populasi negara tersebut.

Jepang dianggap perlu meningkatkan akses ke lapangan pekerjaan, mengurangi kesenjangan gender, serta menerapkan kebijakan yang lebih kuat untuk mendorong generasi muda menikah dan memiliki anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....