Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur Tindak Lanjuti Insiden Penembakan WNI
- 27 Jan 2025 23:41 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur terus melakukan langkah-langkah penanganan terkait insiden penembakan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di perairan Tanjung Rhu, Selangor, yang terjadi 24 Januari 2025 lalu.
Insiden ini mengakibatkan satu WNI meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka. Berdasarkan informasi terbaru dari situs Kemlu, Senin (27/1/2025), KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM).
WNI yang meninggal dunia dengan inisial B, asal Provinsi Riau, saat ini sedang menjalani proses otopsi. Setelah proses selesai, jenazah akan dipulangkan ke Indonesia dengan bantuan KBRI, termasuk pengurusan pemulasaran jenazah hingga pengantaran ke daerah asal.
Sementara itu, empat WNI yang terluka dilaporkan dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat. Akses kekonsuleran untuk bertemu dengan mereka telah dijadwalkan pada Rabu mendatang (29/1/2025).
Insiden ini terjadi pada dini hari, sekitar pukul 03.00 waktu setempat, ketika APMM melakukan penembakan terhadap sebuah kapal yang diduga membawa WNI. Penembakan disebut dilakukan setelah penumpang kapal diduga melakukan perlawanan.
Akan tetapi, KBRI Kuala Lumpur telah melayangkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia untuk mendorong penyelidikan menyeluruh, termasuk mengevaluasi kemungkinan adanya penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh aparat APMM.
“KBRI segera mengambil langkah untuk memastikan perlindungan bagi WNI yang terdampak, termasuk memastikan terpenuhinya hak-hak mereka dalam proses hukum di Malaysia,” ujar perwakilan Kemlu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....