Tumpahan Minyak Cemari Krimea, Rusia Umumkan Keadaan Darurat

  • 06 Jan 2025 09:14 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Pemerintah Rusia mengumumkan keadaan darurat regional di Krimea, menyusul tumpahan 2.400 ton minyak yang mencemari area di sekitar Selat Kerch. Insiden ini memicu operasi pembersihan besar-besaran untuk menangani puluhan ribu ton pasir dan tanah yang terkontaminasi.

Mikhail Razvozhaev, gubernur Sevastopol, kota terbesar di Krimea, mengatakan jejak baru pencemaran ditemukan di daerah tersebut dan memerlukan tindakan segera. Mengutip Reuters, pada Sabtu (4/1/2025), Razvozhaev kemudian menetapkan keadaan darurat di Sevastopol untuk mencegah warganya terpapar kontaminasi minyak.

Selat Kerch menghubungkan Laut Hitam dan Laut Azov, memisahkan Semenanjung Kerch di Krimea dari wilayah Krasnodar di Rusia. Insiden ini terjadi pada 15 Desember 2024, ketika badai menghantam dua kapal tanker berusia lebih dari 50 tahun. Satu kapal tenggelam, sementara yang lain kandas.

Kementerian Darurat Rusia melaporkan pada Sabtu bahwa lebih dari 86.000 ton pasir dan tanah yang tercemar telah dibersihkan. Tumpahan ini melibatkan minyak jenis M100-grade, yang cenderung tenggelam ke dasar laut atau melayang di kolom air, membuat proses pembersihan semakin sulit.

Lebih dari 10.000 orang dikerahkan, termasuk sukarelawan dan petugas penyelamat, untuk membersihkan minyak dari pantai-pantai sekitar Anapa, sebuah resor musim panas di wilayah Krasnodar. Namun, dampak lingkungan terus meluas, dengan kematian lumba-lumba, porpoise, dan burung laut dilaporkan oleh kelompok-kelompok lingkungan.

Video yang dirilis Kementerian Darurat menunjukkan para pekerja dengan pakaian pelindung mengangkut kantong tanah tercemar ke alat berat, sementara lainnya mengeruk pasir dengan sekop. Hingga pekan ini, kementerian transportasi Rusia melaporkan sekitar 2.400 ton produk minyak tumpah ke laut—jumlah yang lebih kecil dari estimasi awal.

Media pemerintah sebelumnya melaporkan bahwa kedua kapal tanker tersebut membawa total 9.200 ton produk minyak. Kerusakan kapal, yang sudah uzur, menjadi sorotan karena dinilai tidak layak untuk menghadapi kondisi badai seperti itu.

Tumpahan minyak ini kembali menyoroti risiko besar pengangkutan minyak oleh kapal-kapal tua serta dampaknya terhadap ekosistem Laut Hitam, yang semakin diperparah oleh pencemaran berat dari bahan bakar yang sulit terurai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....