Amazon Watch: 2024 Jadi Tahun Terburuk Bagi Hutan Amazon
- 02 Jan 2025 15:23 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Tahun 2024 menjadi salah satu yang terburuk bagi hutan hujan Amazon. Kebakaran besar dan kekeringan ekstrem melanda wilayah ini, mengancam keberlangsungan salah satu ekosistem terpenting dunia yang berperan besar dalam menahan laju perubahan iklim.
Kekeringan yang dipicu oleh perubahan iklim memperburuk kondisi, menjadikan 2024 tahun dengan jumlah kebakaran terparah sejak 2005. Kebakaran ini juga berkontribusi pada deforestasi, dengan dugaan bahwa sebagian api sengaja dinyalakan untuk membuka lahan peternakan.
Hutan Amazon menyimpan karbon dioksida dalam jumlah besar, menyediakan 20% air tawar dunia, dan menjadi rumah bagi 16.000 spesies pohon. Namun, eksploitasi besar-besaran serta meningkatnya kejahatan terorganisir menjadi ancaman serius bagi hutan ini.
“Kebakaran dan kekeringan yang terjadi di Amazon pada 2024 bisa menjadi tanda bahwa kita mendekati titik balik ekologi yang telah lama dikhawatirkan,” ujar Andrew Miller, Direktur Advokasi di Amazon Watch, dikutip dari Associated Press, Kamis (2/1/2024).
Meski demikian, ada beberapa kabar baik. Tingkat deforestasi di Brazil dan Kolombia tercatat menurun. Selain itu, PBB memberikan peran lebih besar kepada masyarakat adat setempat dalam pengambilan keputusan konservasi.
Deforestasi di Brazil tercatat turun 30,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Level ini menjadi yang terendah dalam sembilan tahun ke belakang.
Penurunan ini terjadi di bawah pemerintahan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Presiden Lula lebih memprioritaskan perlindungan ekosistem hutan dibandingkan pendahulunya, Jair Bolsonaro, yang mempromosikan perluasan agribisnis.
Namun, hal yang sama tidak terjadi di Kolombia. Menteri Lingkungan Susana Muhamad memperingatkan bahwa tren positif dari 2023 mungkin tidak berlanjut.
Crisis Group, lembaga konsultan anti-konflik, mencatat bahwa hingga Juli 2024, peningkatan deforestasi akibat fenomena cuaca El Nino dan aktivitas ekonomi ilegal semakin mencemaskan.
“Kejahatan terorganisir dan ekonomi ilegal, seperti tambang emas ilegal, menjadi ancaman serius bagi konservasi Amazon,” kata Bram Ebus, konsultan di Crisis Group.
Kebakaran hutan Amazon tahun 2024 juga tercatat pada taraf yang memprihatinkan. Lebih dari 15 juta hektare hutan Brazil terbakar hanya antara Januari hingga Oktober 2024, taraf terburuk sejak 2005. Bolivia juga mencatat rekor jumlah kebakaran dalam sepuluh bulan pertama 2024.
“Kebakaran hutan kini menjadi hal yang rutin, terutama di bulan-bulan musim panas. Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus untuk menangani masalah ini,” ujar Cesar Ipenza, advokat peduli lingkungan asal Peru.
Venezuela, Kolombia, Ekuador, dan Guyana juga mengalami peningkatan kebakaran tahun ini. Para ahli memperingatkan bahwa tanpa tindakan nyata, Amazon bisa mencapai “titik tanpa kembali” yang akan berdampak besar bagi kelangsungan hidup masyarakat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....