Ini Temuan Penyebab Keracunan MBG di SDN Beber Loteng, Penyimpanan Bahan Disorot
- 02 Okt 2026 18:28 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Persoalan penyimpanan bahan makanan menjadi salah satu temuan penting dalam evaluasi kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa SDN Beber, Lombok Tengah.
Sekretaris Daerah Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya mengatakan, hasil pemeriksaan dan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG menunjukkan adanya persoalan pada proses, khususnya dalam penyimpanan stok bahan makanan sebelum diolah.
“Jelas itu ternyata di proses persoalannya, di proses penyimpanannya,” kata Sekda Lombok Tengah, Jumat 2 Oktober 2026.
Menurutnya, fasilitas penyimpanan bahan makanan, terutama lemari pendingin dan pembeku, dinilai belum mencukupi untuk menampung stok bahan yang akan diolah.
“Lemari pendinginnya atau pembekunya itu kurang. Kita minta ditambah untuk bisa menyimpan stok bahan ini yang akan diolah, supaya bisa menampung lebih banyak,” ujarnya.
Temuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi setelah ratusan siswa SDN Beber mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan MBG.
Meski demikian, Sekda tidak menyebut persoalan penyimpanan tersebut sebagai satu-satunya penyebab kejadian. Ia menekankan bahwa hasil evaluasi menjadi dasar untuk membenahi proses pengelolaan makanan, terutama pada tahapan penyimpanan bahan.
Sebagai tindak lanjut, operasional SPPG yang berkaitan dengan kasus tersebut masih disuspensi selama 20 hari. Masa suspensi digunakan untuk melakukan pembenahan sebelum layanan MBG kembali diberikan.
Pemerintah juga berupaya memulihkan kepercayaan siswa dan masyarakat terhadap program tersebut. Sosialisasi dan pemberian pemahaman kepada pengelola akan diperkuat agar standar keamanan pangan benar-benar diterapkan.
“Kita ingin memastikan bahwa MBG yang kita sajikan itu berkualitas. MBG yang disajikan itu aman, kemudian sehat,” katanya.
Sekda menegaskan kualitas, keamanan, dan kesehatan makanan menjadi tiga hal yang harus dipastikan dalam pelaksanaan MBG di Lombok Tengah.
“Kalau tiga ini kita bisa berikan, maka kepercayaan tentu akan berubah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....