Liga Sinova 2026 Jaring Puluhan Inovasi dari Berbagai Kalangan
- 18 Sep 2026 14:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Puluhan gagasan inovatif dari masyarakat hingga perangkat daerah berhasil dijaring melalui Liga Sinova 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Ajang yang puncaknya berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (17/9/2026), tersebut diikuti sekitar 90 inovator dari berbagai bidang. Dari proses seleksi, sebanyak 42 inovasi kemudian masuk tahap akhir dan bersaing di empat kategori.
Plt. Kepala Baperida Lombok Tengah Taufikurrahman Pua Note mengatakan, Liga Sinova tidak sekadar menjadi ajang penghargaan, tetapi juga menjadi sarana pemerintah menghimpun berbagai inovasi yang berkembang di tengah masyarakat dan lingkungan pemerintahan.
“Liga Sinova menjadi ruang untuk mengidentifikasi, menghimpun, dan mengembangkan berbagai inovasi yang lahir dari seluruh lapisan masyarakat sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai inovasi yang terjaring akan menjadi bagian dari penguatan ekosistem inovasi daerah. Pemerintah juga dapat memetakan inovasi yang berpotensi dikembangkan, diterapkan lebih luas, maupun direplikasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri mengatakan, jumlah inovasi yang lahir di Lombok Tengah menunjukkan bahwa gagasan baru tumbuh dari berbagai kalangan.
“Inovasi di Lombok Tengah sudah sangat banyak, tercatat sekitar 91 inovasi yang telah lahir. Jangan pernah berhenti berikhtiar dan berinovasi demi Lombok Tengah yang lebih baik,” katanya.
Puluhan inovasi yang masuk Liga Sinova 2026 berasal dari sektor pendidikan, kesehatan, perangkat daerah, hingga masyarakat.
Di bidang pendidikan, misalnya, muncul inovasi digitalisasi pembelajaran, pencegahan pernikahan dini, hingga gerakan literasi. Sementara sektor kesehatan menghadirkan inovasi sistem informasi rawat inap, digitalisasi laboratorium, serta deteksi penyakit tidak menular.
Dari perangkat daerah, inovasi yang masuk antara lain berkaitan dengan peningkatan pendapatan daerah, pengembangan program pelatihan, hingga pengelolaan informasi. Sementara inovasi masyarakat mencakup pembelajaran seni berbasis kearifan lokal, pemanfaatan pewarna alam, dan gerakan literasi.
Bupati menegaskan, inovasi tersebut tidak berhenti pada kompetisi dan pemberian penghargaan. Keberlanjutan serta manfaat nyata bagi masyarakat menjadi hal penting yang harus diperhatikan.
Ia juga mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan gagasan baru agar budaya inovasi di Lombok Tengah dapat terus berlanjut.
“Anak-anak inilah yang akan melanjutkan tongkat estafet inovasi di masa mendatang. Apa yang kita lakukan hari ini harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang semakin baik,” ujarnya.
Melalui Liga Sinova, pihaknya berharap inovasi yang telah terjaring tidak hanya menjadi karya untuk kompetisi, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi yang benar-benar diterapkan dan memberi dampak bagi pelayanan publik serta masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....