Pemkab Loteng Siapkan BTT untuk Atasi Kekeringan
- 16 Sep 2026 06:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyiapkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan kekeringan dan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.
Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah mengatakan, BTT dapat digunakan untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak dan tidak terduga, termasuk penanganan dampak kekeringan apabila kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat.
Menurutnya, bantuan air bersih tidak harus diberikan dalam bentuk pembiayaan kepada PDAM. Pemerintah dapat memanfaatkan armada yang tersedia untuk mendistribusikan air langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau berhubungan dengan itu, paling BTT. Belanja tidak terduga, karena ini sangat urgent dan emergency,” kata Nursiah Selasa 15 September 2026.
Nursiah menjelaskan, musim kemarau panjang berpengaruh terhadap ketersediaan air baku. Kondisi debit sumber air dari wilayah utara maupun Bendungan Batujai menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena berdampak terhadap distribusi air kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta PDAM melakukan evaluasi terhadap kondisi pelayanan dan tingkat kebutuhan air masyarakat. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan pola pelayanan dan distribusi air bersih.
Di sisi lain, penanganan kekeringan juga perlu dikoordinasikan dengan instansi teknis, termasuk Dinas PUPR dan Balai Wilayah Sungai, terutama terkait ketersediaan air dan pengaturan distribusi dari sumber air.
Sementara itu, Kepala BPBD Lombok Tengah Haji Ridwan Ma’ruf menyebutkan, sejumlah wilayah mulai terdampak kekeringan. BPBD telah menyalurkan sekitar 75 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak di beberapa kecamatan.
Wilayah dengan permintaan bantuan air bersih cukup tinggi antara lain Praya Timur dan Jonggat.
Meski demikian, kondisi Lombok Tengah saat ini masih dalam status siaga kekeringan dan belum ditetapkan sebagai kondisi darurat.
Nursiah mengatakan, pemerintah akan terus memantau perkembangan kebutuhan masyarakat. Jika permintaan bantuan meningkat, pemanfaatan BTT dapat menjadi salah satu opsi untuk memperkuat penanganan kekeringan.
“Kalau memang kebutuhannya meningkat, tentu bisa kita lihat melalui BTT,” ujarnya.
Hingga pertengahan September 2026, kebutuhan bantuan air bersih disebut masih relatif terkendali dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....