Harga Bahan Pokok di Loteng Masih Stabil Meski MBG Dimulai Lagi

  • 28 Jul 2026 21:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai kembali berjalan seiring dimulainya tahun ajaran baru. Meski kebutuhan bahan pangan diperkirakan meningkat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah memastikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran masih relatif stabil.

Sekretaris Disperindag Lombok Tengah, Roro Sri Wahyuningsih, mengatakan hasil pemantauan selama tiga pekan terakhir menunjukkan harga kebutuhan pokok maupun bahan penunjang masih terkendali. Selain harga yang stabil, ketersediaan pasokan di pasar juga dinilai aman sehingga belum memicu gejolak harga.

Ia menyebut komoditas yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan, seperti telur, daging sapi, dan daging ayam, kini justru mengalami penurunan. Harga telur, misalnya, saat ini berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp48 ribu per tray.

Menurut Roro, kondisi tersebut tidak terlepas dari libur sekolah yang membuat operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sempat berhenti. Berkurangnya permintaan selama masa liburan ikut menekan harga sejumlah komoditas.

Meski demikian, Disperindag belum dapat memastikan apakah kondisi tersebut akan bertahan dalam satu hingga dua pekan ke depan setelah MBG kembali berjalan. Pihaknya akan terus memantau perkembangan harga di pasar, terutama pada masa awal aktivitas sekolah.

"Naik atau turunnya harga sangat bergantung pada keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Selama pasokan tetap mencukupi, harga diperkirakan masih bisa terkendali," ujar Roro Selasa 28 Juli 2026.

Ia menjelaskan, saat MBG mulai dijalankan beberapa waktu lalu, harga telur sempat naik hingga sekitar Rp55 ribu per tray. Sementara harga daging sapi mencapai Rp130 ribu hingga Rp135 ribu per kilogram. Namun, kenaikan tersebut bukan semata-mata dipicu oleh meningkatnya kebutuhan untuk MBG, melainkan juga karena bertepatan dengan hari besar keagamaan yang menyebabkan permintaan masyarakat ikut meningkat.

Saat ini, kondisi pasokan dinilai lebih baik. Bahkan para peternak mulai meningkatkan kapasitas produksi dengan menambah kandang dan populasi ternak untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Selain itu, harga beras masih bertahan di kisaran Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram, tergantung kualitasnya. Komoditas bumbu dapur seperti bawang juga masih dijual di bawah Rp50 ribu per kilogram, sementara stok cabai masih mencukupi dan belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan harga yang signifikan.

Pihaknya memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok. Langkah ini dilakukan agar potensi lonjakan harga setelah program MBG kembali berjalan dapat diantisipasi sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....