Loteng Perkuat Kesiapsiagaan Bencana dari Tingkat Desa
- 23 Jul 2026 17:12 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan melibatkan pemerintah desa dan kelurahan. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi Sistem Informasi Siaga NTB yang diharapkan mampu mempercepat pelaporan dan penanganan bencana di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah, Ridwan Makruf, mengatakan desa dan kelurahan memiliki peran penting karena menjadi pihak pertama yang mengetahui jika terjadi bencana. Karena itu, kepala desa dan lurah diharapkan segera menyampaikan laporan agar informasi dapat diterima BPBD secara cepat melalui pos komando terpadu.
Menurut Ridwan, kecepatan penyampaian informasi menjadi faktor utama dalam penanganan bencana. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat mengambil langkah penanganan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
"Kita ingin sistem informasi kebencanaan ini dimulai dari desa. Jangan sampai informasi terlambat masuk, karena keterlambatan laporan akan berdampak pada lambatnya penanganan," ujarnya, Rabu 22 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari Program Siap Siaga yang bekerja sama dengan Pemerintah Australia. Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di tingkat Provinsi NTB sebagai upaya memperkuat koordinasi penanggulangan bencana.
BPBD Lombok Tengah sendiri telah memetakan sejumlah wilayah yang rawan bencana, di antaranya Kecamatan Praya Timur, Pujut, Praya Barat, Batukliang Utara, dan Jonggat. Kawasan tersebut kerap mengalami bencana seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor.
Sementara itu, dampak musim kemarau mulai dirasakan di beberapa wilayah. Hingga kini, tiga kecamatan, yakni Praya Timur, Praya Barat Daya, dan Jonggat, telah mengajukan bantuan air bersih. BPBD telah menyalurkan sebanyak 39 tangki air kepada masyarakat yang membutuhkan.
Meski demikian, BPBD belum menetapkan status darurat kekeringan karena kondisi masih dinilai terkendali. Ketersediaan stok air dan armada tangki yang dimiliki BPBD dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Ridwan berharap, melalui Sistem Informasi Siaga NTB, pemerintah desa dan kelurahan dapat semakin sigap melaporkan setiap kejadian bencana sehingga respons penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....