Bupati Lombok Tengah Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak

  • 23 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah- Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat perlindungan terhadap anak sebagai upaya menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (23/7).

Upacara diikuti Wakil Bupati Lombok Tengah H.M. Nursiah, Sekretaris Daerah Lalu Firman Wijaya, unsur Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah. Dalam kesempatan itu, Pathul membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.

"Setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan. Anak-anak juga harus mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi," kata Pathul.

Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menegaskan bahwa anak bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga bagian penting yang memiliki hak untuk didengar pendapatnya dan dilibatkan sesuai usia serta tingkat kematangannya.

Pathul menegaskan, upaya melindungi anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, hingga pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

"Keluarga menjadi pelindung pertama dan utama bagi anak. Namun, seluruh unsur masyarakat juga mempunyai tanggung jawab untuk menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan anak di era digital. Menurutnya, selain di lingkungan keluarga, sekolah, dan ruang publik, anak-anak juga harus terlindungi saat beraktivitas di dunia maya melalui pendampingan serta edukasi agar terhindar dari perundungan, eksploitasi, maupun berbagai bentuk kekerasan digital.

"Kita harus memastikan setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dihormati, didengar suaranya, dan terpenuhi seluruh haknya, mulai dari lingkungan keluarga hingga ruang digital," jelasnya.

Di akhir amanatnya, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan perlindungan anak sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga anak hari ini berarti menjaga masa depan Lombok Tengah dan Indonesia.

"Sayang anak berarti sayang terhadap masa depan Lombok Tengah dan masa depan Indonesia. Mari bersama-sama melindungi anak, mendengarkan suara mereka, dan memberikan ruang yang luas agar mereka dapat tumbuh serta meraih cita-citanya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....