Desa Cantik 2026 Diharapkan Perkuat Perencanaan Pembangunan dan Ekonomi Desa

  • 29 Apr 2026 16:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Penguatan ekonomi desa dinilai tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya yang dimiliki, tetapi juga pada kualitas data yang digunakan dalam menentukan arah pembangunan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mendorong penguatan tata kelola data desa melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026.

Sebanyak tiga desa di Kecamatan Tanjung, yakni Desa Samaguna, Desa Jenggala, dan Desa Medana, resmi dicanangkan sebagai Desa Cantik dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Senin 27 April 2026.

Program tersebut menjadi langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan desa melalui data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menegaskan bahwa data memegang peran penting dalam mendukung arah pembangunan desa, termasuk pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, desa tidak cukup hanya memiliki potensi, tetapi juga harus memiliki basis data yang kuat untuk mengidentifikasi kebutuhan dan peluang pengembangan.

“Data bukan sekadar pelengkap administrasi, tetapi menjadi dasar dalam menentukan kebijakan, termasuk penguatan ekonomi desa,” ujarnya.

Najmul menilai program Desa Cantik dapat membantu desa memetakan potensi usaha, kebutuhan masyarakat, hingga peluang pengembangan koperasi.

Ia menyebut pengelolaan data yang baik akan membuka peluang akses pasar, pembiayaan, hingga investasi yang lebih terarah.

“Dengan data yang akurat, desa dapat mengidentifikasi potensi ekonomi dan menentukan arah pengembangan koperasi secara tepat,” katanya.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menjelaskan bahwa program Desa Cantik tidak hanya berorientasi pada pembinaan statistik, tetapi juga memperkuat kemampuan desa dalam menyusun kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, data yang berkualitas akan membantu desa memahami persoalan dan potensi secara lebih jelas.

“Perencanaan yang baik lahir dari data yang baik. Karena itu, desa harus mampu mengelola data agar pembangunan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bapprida Lombok Utara, Ir. Hermanto, mengatakan bahwa desa saat ini memiliki banyak sistem pendataan, namun belum seluruhnya dimanfaatkan secara maksimal.

Ia berharap melalui program Desa Cantik, desa mampu mengintegrasikan berbagai data yang dimiliki menjadi dasar pengambilan keputusan.

Program Desa Cantik sendiri telah berjalan di Lombok Utara sejak beberapa tahun terakhir dan terus diperluas untuk menciptakan desa yang lebih mandiri dalam tata kelola statistik serta pembangunan berbasis data.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....