Segala Anyar Tumbuhkan Harapan dari Kopi Arabika dan Robusta
- 15 Apr 2026 13:58 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah- Desa Segala Anyar, Kabupaten Lombok Tengah, terus menunjukkan potensinya sebagai sentra pertanian yang menjanjikan. Di tengah dominasi lahan kering dan tadah hujan, desa ini mampu melahirkan komoditas unggulan, salah satunya kopi jenis arabika dan robusta yang kini mulai memasuki masa panen.
Di Kebon Kupi Langan Dadih, Dusun Kadik II, seluas sekitar 12 are, ratusan pohon kopi tumbuh subur. Sebanyak 300 pohon kopi yang ditanam sejak empat tahun lalu kini berbuah lebat, menandai panen terbaik sejak pertama kali ditanam.
Pemilik kebun, Amaq Rasip (60), mengaku bersyukur atas hasil yang diperoleh tahun ini. Dengan ketekunan dan kerja keras, ia berhasil membuktikan bahwa tanaman kopi dapat tumbuh optimal meski dihadapkan pada keterbatasan air.
“Panen tahun ini paling banyak sejak awal tanam. Ini hasil dari usaha dan perawatan yang terus kami lakukan,” ujarnya Selasa 14 April 2026.
Perjalanan Amaq Rasip tidak selalu mulus. Sebelum menanam kopi, ia sempat mencoba berbagai komoditas seperti pisang dan pepaya, namun hasilnya belum memuaskan. Hingga akhirnya ia memutuskan beralih ke kopi, sebuah pilihan yang saat itu tergolong berani.
Di usia yang tidak lagi muda, semangatnya untuk belajar hal baru tidak surut. Ia terus melakukan inovasi dan penyesuaian lingkungan tanam hingga akhirnya kopi arabika dan robusta yang dibudidayakan mampu tumbuh dan menghasilkan secara optimal.
Tak hanya fokus pada produksi, Amaq Rasip juga mulai menyediakan bibit kopi arabika bagi petani lain yang ingin mengembangkan komoditas serupa, membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar.
Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini, menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa potensi pertanian desa sangat besar jika dikelola dengan tepat. Ia menyebutkan, karakteristik lahan kering justru mendorong petani untuk lebih kreatif dalam memilih komoditas.
“Dengan lahan terbatas dan tantangan air, petani kita mampu membuktikan bahwa kopi arabika dan robusta bisa tumbuh subur dan menghasilkan. Selain kopi, masyarakat juga mengembangkan komoditas lain seperti melon, semangka, cabai, tomat, dan bawang,” ujarnya.
Pemerintah desa pun terus mendorong pengembangan pertanian terpadu dan berkelanjutan. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok petani muda, berbagai inovasi mulai dilakukan, termasuk produksi pupuk organik dari kotoran hewan yang tersedia di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, kerja sama dengan Wakai Farm dari Jepang juga tengah dijalin untuk pengembangan budidaya sayuran organik. Dalam rencana ke depan, pihak mitra akan membangun greenhouse guna mendukung peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....