Pemkab Loteng Mulai Salurkan Bantuan Material untuk Warga Terdampak Bencana
- 10 Mar 2026 14:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai menyalurkan bantuan material kepada warga yang rumahnya rusak akibat bencana alam yang terjadi pada awal tahun 2026. Bantuan tersebut merupakan bentuk stimulan dari pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperbaiki rumah yang terdampak.
Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, mengatakan penyaluran bantuan berupa bahan bangunan seperti semen, kayu dan asbes mulai dilakukan pada pertengahan Februari 2026 lalu.
“Data sementara warga yang terdampak bencana alam sekitar 700 kepala keluarga (KK),” ujarnya belum lama ini.
Ia menjelaskan bantuan material tersebut baru bisa disalurkan pada Februari karena proses pengadaan yang memerlukan waktu. Bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana.
Warga penerima bantuan tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Kopang, Janapria, Praya Timur, Pujut, Praya Barat, Jonggat serta sejumlah wilayah lainnya.
Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok kepada warga sesaat setelah bencana terjadi. Saat ini BPBD fokus menyalurkan bantuan material guna membantu proses perbaikan rumah warga.
“Bantuan kebutuhan pokok sudah kami salurkan sejak pascabencana. Sekarang kami fokus pada bantuan bahan bangunan,” katanya.
Untuk penanganan bencana pada 2026, pemerintah daerah menyiapkan anggaran bantuan stimulan sekitar Rp250 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Lombok Tengah.
BPBD mencatat sejumlah wilayah terdampak bencana angin puting beliung di antaranya Desa Bilelando tiga KK, Desa Jelantik 29 KK, Desa Labulia satu KK, Desa Tanak Awu satu KK, Desa Teruai satu KK, Desa Laju satu KK, Desa Murbaya satu KK dan Desa Nadia satu KK. Total terdapat sekitar 41 bangunan yang terdampak di 10 desa.
Selain itu, hujan lebat yang terjadi juga memicu banjir di beberapa wilayah seperti Desa Kabul yang berdampak pada 337 KK, Desa Bonder lima KK, Desa Selong Belanak 109 KK, Desa Tanak Rarang 16 KK, Desa Kateng 15 KK, Desa Kuta 27 KK, Desa Pengembur 70 KK, Desa Puyung lima KK serta Desa Kidang 80 KK.
Pemerintah daerah memastikan bantuan stimulan tersebut diharapkan dapat membantu warga memperbaiki rumah mereka secara bertahap setelah terdampak bencana alam.