Beredar Isu WN Malaysia jadi Tukang Sapu 18 Tahun, Pemdes Tegaskan Faktanya Berbeda
- 21 Feb 2026 14:07 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Desa Ubung angkat bicara terkait pemberitaan yang menyebut seorang warga negara Malaysia, Norida Akmal Binti Ayob, bertahan hidup selama 18 tahun di Lombok sebagai tukang sapu. Klarifikasi resmi disampaikan guna meluruskan informasi yang dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.
Kepala Desa Ubung, Mustaal, menegaskan bahwa berdasarkan data dan pengetahuan pemerintah desa, Norida tidak pernah bekerja sebagai tukang sapu seperti yang ramai diberitakan.
“Informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar. Yang bersangkutan memang tinggal di wilayah Desa Ubung, namun bukan sebagai tukang sapu,” jelasnya dalam keterangan resmi belum lama ini.
Dijelaskan, saat pertama kali datang dan menetap di Desa Ubung, Norida hanya membawa satu orang anak perempuan. Kini ia diketahui telah memiliki dua anak, laki-laki dan perempuan.
Pemerintah desa juga memastikan bahwa anak perempuan Norida tetap mendapatkan akses pendidikan. Bahkan, ia sempat melanjutkan studi di Universitas Mataram (UNRAM) melalui program Bidikmisi, yang diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Terkait status rumah tangga, perceraian Norida dengan suaminya terjadi pada 24 Juni 2024. Setelah perceraian tersebut, mantan suami memberikan uang sebesar Rp20 juta sebagai biaya untuk kepulangan Norida ke Malaysia.
Namun demikian, Norida tidak langsung kembali ke negara asalnya. Ia sempat bekerja sebagai karyawan di Pasar Bambu, sebuah kawasan usaha dan perdagangan tradisional yang menjadi pusat UMKM serta kerajinan dan kuliner, selama kurang lebih delapan bulan. Pemerintah desa menegaskan, pekerjaan tersebut bukan sebagai petugas kebersihan sebagaimana yang diberitakan sebelumnya.
Pemdes Ubung berharap klarifikasi ini dapat memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat dan mencegah berkembangnya opini yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Kami tetap terbuka untuk koordinasi dan komunikasi demi menjaga nama baik semua pihak,” ujar Mustaal.
Pemerintah Desa Ubung mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta memastikan kebenaran data sebelum menyebarluaskannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....