Hibah Kemdiktisaintek Dorong Sanggar Putri Nyale Perkuat Kualitas Produk Seni
- 05 Agt 2026 11:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Upaya memperkuat ekosistem seni budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas seni. Melalui hibah Program BIMA (Inovasi Seni Nusantara) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Universitas Bumigora mulai menjalankan program pemberdayaan Sanggar Putri Nyale di Kabupaten Lombok Tengah untuk mengembangkan seni pertunjukan dramatari berbasis budaya Sasak.
Program bertajuk "Pemberdayaan Sanggar Putri Nyale Melalui Seni Pertunjukan Dramatari untuk Mendukung Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Lombok Tengah" tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas komunitas seni agar mampu menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga memiliki daya saing sebagai atraksi wisata budaya.
Tahap pertama program diawali dengan pelaksanaan workshop mengenai konsep penciptaan dramatari, pengembangan artistik, hingga strategi pengemasan pertunjukan agar mampu menjangkau pasar wisata. Setelah sesi teori, peserta langsung mengikuti pendampingan intensif bersama tim fasilitator dalam proses penyusunan karya dramatari.
Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, tim pelaksana juga menyerahkan bantuan inventaris berupa kostum tari, perlengkapan tata rias, serta perangkat sound system yang akan menjadi sarana pendukung latihan maupun pementasan sanggar di masa mendatang.
Ketua pelaksana program dari Universitas Bumigora, Taufik Mawardi, M.A., mengatakan pemberdayaan komunitas seni tidak cukup dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia semata, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan fasilitas pendukung.
"Melalui dukungan Program BIMA Inovasi Seni Nusantara, kami berupaya menghadirkan pendampingan yang benar-benar menjawab kebutuhan sanggar. Workshop dan latihan bertujuan meningkatkan kapasitas artistik para anggota, sementara bantuan inventaris menjadi modal awal agar mereka memiliki sarana yang lebih memadai untuk berlatih dan memproduksi pertunjukan secara profesional," ujarnya, Selasa 4 Agustus 2026.
Selama proses pendampingan, anggota sanggar tidak hanya mempelajari teori dramatari, tetapi juga mempraktikkan penyusunan adegan, pendalaman karakter, komposisi gerak, hingga membangun alur cerita yang utuh. Pendekatan tersebut dirancang agar peserta memperoleh pengalaman praktik secara langsung sehingga karya yang dihasilkan siap dikembangkan menuju pementasan.
Menurut Taufik, sasaran utama program bukan sekadar menghasilkan satu pertunjukan dramatari, melainkan menciptakan komunitas seni yang mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
"Kami berharap setelah program ini selesai, Sanggar Putri Nyale tidak hanya memiliki karya baru, tetapi juga memiliki kemampuan, pengalaman, dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai pertunjukan berikutnya. Pada akhirnya, sanggar diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam penguatan pariwisata budaya dan ekonomi kreatif di Lombok Tengah," katanya.
Sementara itu, Pembina Sanggar Putri Nyale, Nyoman Prawani Wulantari, S.Sn., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sanggar.
Menurutnya, selama ini anggota sanggar lebih banyak berkegiatan pada tari tradisional, sedangkan melalui program tersebut mereka memperoleh pemahaman baru mengenai proses penciptaan dramatari yang menggabungkan unsur cerita, artistik, serta nilai-nilai budaya Sasak.
Ia juga menilai bantuan inventaris yang diterima akan menjadi aset penting dalam mendukung berbagai aktivitas berkesenian.
"Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan melalui Program Inovasi Seni Nusantara. Bantuan kostum, make up, dan sound system akan menjadi inventaris yang dapat kami gunakan dalam latihan maupun pementasan ke depan. Dukungan ini memberikan semangat baru bagi seluruh anggota untuk terus berkarya," ujarnya.
Setelah tahap awal ini selesai, program akan berlanjut pada proses penyempurnaan karya dramatari hingga pementasan sebagai luaran utama kegiatan. Melalui sinergi antara Kemdiktisaintek, Universitas Bumigora, dan Sanggar Putri Nyale, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan komunitas seni yang mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata daerah.
Atas terlaksananya program ini, tim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang memberikan pendanaan Program PISN Tahun Anggaran 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....