Mentan Kenalkan Metode Tanam PM AAS di Lombok Tengah

  • 10 Jul 2026 16:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau lahan persawahan di Desa Bunkate, Kabupaten Lombok Tengah, untuk melihat langsung kondisi tanaman padi sekaligus memperkenalkan metode budidaya baru yang ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian berdialog dengan petani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Ia menyampaikan produksi beras nasional saat ini berada di kisaran 5,2 juta ton dan diharapkan terus meningkat guna mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan.

Menteri menjelaskan, program budidaya baru tersebut berpotensi menggandakan pendapatan petani karena mampu meningkatkan hasil panen. Dengan penerapan teknologi secara disiplin, produktivitas padi diperkirakan dapat mencapai 10 hingga 12 ton gabah per hektare, sedangkan hasil minimal ditargetkan sekitar 8 ton per hektare.

"Karena ini motode tanam, kemudian dari pemerintah melalui nanti di monitor PPL," ujarnya, Jumat 10 Juli 2026.

Peningkatan produktivitas itu didukung oleh perubahan sistem tanam, penambahan populasi tanaman dari sekitar 320 ribu–360 ribu rumpun menjadi sekitar 1 juta rumpun per hektare, serta penerapan pemupukan sesuai rekomendasi. Seluruh proses pelaksanaan akan didampingi oleh penyuluh pertanian lapangan.

Petani yang ingin mengikuti program diwajibkan terdaftar sebagai Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan menerapkan metode budidaya yang telah ditetapkan. Untuk mendukung pelaksanaannya, Kementerian Pertanian juga menyiapkan bantuan benih dengan target penyaluran seluas 1 juta hektare di seluruh Indonesia pada tahun ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Zainal Arifin, menjelaskan bahwa program yang diperkenalkan Menteri merupakan metode PMAAS, yaitu inovasi budidaya padi yang memodifikasi sistem tanam agar menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibandingkan pola konvensional.

Menurutnya, metode PMAAS menggunakan sistem tanam benih langsung (tabela) tanpa melalui persemaian. Benih ditanam menggunakan alat sederhana berbahan pipa yang dapat menebarkan benih secara otomatis. Jarak antartanaman dalam satu barisan dibuat tidak beraturan, sedangkan jarak antarbarisan tetap diatur sehingga memudahkan pemeliharaan tanaman.

Zainal mengatakan metode tersebut tidak bergantung pada varietas tertentu. Benih Cakrabuana yang digunakan pada lokasi percontohan dapat diganti dengan varietas lain sesuai kebutuhan petani, karena yang menjadi fokus utama adalah teknik budidayanya.

Selain mampu meningkatkan potensi hasil panen hingga sekitar 10 ton per hektare, metode ini juga dinilai lebih efisien karena mengurangi kebutuhan tenaga kerja dan mempercepat proses tanam. Dengan satu kali tarikan alat, petani dapat membuat lima barisan tanam sekaligus sehingga biaya operasional menjadi lebih rendah.

Di Lombok Tengah, penerapan PMAAS ditargetkan mencapai 100 hektare pada tahun 2026. Hingga saat ini realisasinya telah mencapai 51 hektare yang tersebar di Desa Perina dan Desa Bunkate, dengan rencana pengembangan ke Desa Barejulat.

Untuk memperluas penerapan program, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan penyuluh pertanian melalui sosialisasi dan pendampingan kepada kelompok tani. Petani yang berminat menerapkan metode PMAAS nantinya dapat mengusulkan kebutuhan benih melalui kelompok tani dan penyuluh untuk selanjutnya diajukan kepada pemerintah sebagai penerima bantuan benih program nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....