Pertama di Dunia! Buku Wastra Lombok Siap Meluncur di Australia

  • 18 Feb 2026 14:19 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Wastra (kain tenun) Lombok bersiap menghentak panggung literasi dunia. Kabar membanggakan ini disampaikan langsung oleh Kepala Museum Negeri NTB, DR. Ahmad Nur Alam,M.H, saat bertemu dengan Menteri Kebudayaan RI, Prof. Dr. Fadli Zon, di kantor Kementerian Kebudayaan, Rabu (18/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, DR. Ahmad Nur Alam, M.H yang didampingi kolektor Michael Abbot dan Dr. Muhammadun, melaporkan rencana penerbitan buku bertajuk Wastra Lombok dalam bahasa Inggris. Buku ini dijadwalkan akan dirilis secara resmi di Adelaide, Australia Selatan, pada Juni 2026 mendatang.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut hangat laporan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk memberikan kata pengantar resmi dalam buku itu.

"Buku ini menjadi literasi internasional yang penting bagi pemajuan kebudayaan kita, khususnya masyarakat Lombok," ujar Fadli Zon di ruang kerjanya yang dipenuhi koleksi seni artistik.

Keterangan Foto: Kepala Museum Negeri NTB, DR. Ahmad Nur Alam,M.H, didampingi kolektor Australia, Michael About saat bertemu dengan Menteri Kebudayaan RI, Prof. Dr. Fadli Zon, di kantor Kementerian Kebudayaan, Rabu (18/2/2026). Foto: Kepala Museum Negeri NTB, DR. Ahmad Nur Alam,M.H/Sary

Tonggak Sejarah Literasi Internasional

Ahmad Nur Alam menegaskan kepada Menteri bahwa buku ini merupakan karya pertama di level internasional yang mengupas tuntas kain tenun Lombok dan Bali, khususnya koleksi milik Michael Abbot. Proyek ini semakin istimewa karena melibatkan kolaborasi penulis-penulis kompeten dari NTB dan Bali, sehingga ruh budaya lokal tetap terjaga.

Dukungan pun mengalir deras, tidak hanya dari pusat. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, juga dipastikan akan memberikan sambutan dalam buku tersebut dan berencana hadir langsung di Australia untuk membedah karya monumental ini.

Dialog Hangat di Ruang Menteri

Pertemuan yang awalnya dijadwalkan hanya 30 menit itu justru mencair hingga lebih dari dua jam. Selain membahas buku, Ahmad Nur Alam juga melaporkan perkembangan pesat 9 Museum Desa di NTB kepada Fadli Zon, yang merupakan kelanjutan dari program "Kotaku Museumku" yang diresmikan Januari 2025 lalu.

Sebagai bentuk apresiasi, Kepala Museum NTB menyerahkan buku hasil kajian museum tentang sistem bercocok tanam masyarakat Sasak dan Manuskrip Markum kepada sang Menteri.

Fadli Zon pun berpesan agar Museum NTB terus berbenah melalui publikasi kajian koleksi dan produktivitas dalam menulis buku sebagai fondasi pelestarian sejarah bangsa.

Rekomendasi Berita