Tujuh Jurus BK Ini Dinilai Bisa Cegah Perundungan
- 15 Nov 2025 17:39 WIB
- Mataram
KBRN.Mataram: Kasus perundungan di sekolah yang terjadi beberapa waktu belakangan ini semakin membuat para orang tua khawatir. Berbagai kasus dari berbagai jenjang pendidikan terjadi tanpa bisa dihindari.
Mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman menjadi pekerjaan rumah besar tidak hanya bagi sekolah dan guru, namun juga bagi orang tua dan masyarakat umum secara luas. Perundungan atau bulliying bukan hanya sekedar bentuk kenakalan biasa, ia sudah masuk menjadi tindakan yang mengganggu, menyakiti atau menekan seseorang secara berulang baik secara fisik maupun psikis.
Dampak dari perundungan dapat beragam, seperti mengikis kepercayaan diri siswa, menghambat proses belajar bahkan merusak tatanan sosial yang terbentuk di sekolah.

Ilustrasi Perundungan di Sekolah. Foto: Freepik
Menanggapi fenomena perundungan ini, peran guru terutama guru Bimbingan dan Konseling(BK) menjadi krusial. Kehdiran guru BK tidak hanya saat masalah terjadi, namun juga menjadi pihak yang dapat mencegahnya. Kemendikdasmen meluncurkan trik Cegah Perundungan dengan 7 Jurus BK Hebat dan Peran Guru Wali di antaranya:
- Kenali Potensi - Guru BK dan Guru Wali secara aktif mengidentifikasi minat, latar belakang dan emosional siswa karena dengan mengenali point tersebut, siswa akan merasa dipahami, bukan hanya sebagai pelaku, tetapi juga sebagai korban. Dampaknya, ketika mereka memahami dirinya, maka dapat mengurangi risiko perundungan baik sebagai pelaku, maupun sebagai korban.Kelola Emosi
- Kelola Emosi - Murid belajar mengenali dan mengatur emosinya: sedih, senang, marah atau kecewa. pada point ini Guru BK bersama guru mapel, wali kelas dan guru wali mengajak latihan SEL (Social Emotional Learning) sehingga murid punya ruang untuk berbicara dan merasa aman
- Tumbuhkan Resiliensi - Guru BK dan guru wali mendampingi siswa menghadapi tantangan (termasuk perundungan)dengan pola pikir belajar, bukan hukuman. Dengan resiliensi yang kuat, murid korban perundungan dapat memiliki kepercayaan diri untuk melapor. Pelakupun lebih bisa dikembangkan ke arah positif.
- Jaga Konsistensi - Penerapan kebiasaan positif di sekolah: toleransi, empati, kejujuran dan menghargai. Guru BK dan guru wali mendorong kebiasaan ini lewat program harian/mingguan, misalnya :minggu empati", "sesi berbagi". Jika Konsistensi menciptakan kultur sekolah yang jelas, maka perundungan menjadi tidak "normal"
- Jalin Koneksi - Koneksi hangat antara guru dan murid menumbuhkan pesan bahwa "kamu bisa bicara". Hubungan empati membuat murid merasa didengar, bukan dihakimi. Komunikasi terbuka membuat murid merasa aman untuk melapor bila ada perundungandan pelaku punya ruang untuk diperbaiki.
- Bangun Kolaborasi - Guru BK dan kepala sekolah memfasilitasi kolaborasi bersama guru kelas dan guru mapel. Kolaborasi yang kuat akan memperkuat sistem pencegahan dengan pengawsan silang, program bersama, budaya sekolah yang ramah.
- Menata Situasi - Sebelum murid bisa belajar dengan baik, mereka harus merasa aman dan diterima. Guru BK bersama kepala sekolah dan pemangku kepentingan lainnya turut memastikan lingkungan sekolah yang bebas perundungan baik fisik maupun psikis. Hal ini akan membuat murid lebih bahagia, sehingga menekan tindakan perundungan.
Denga demikian upaya pencegahan perundungan di sekolah melalui 7 Jurus BK dan peran guru wali menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran akademik, namun juga menjadi ruang bertumbuh bagi para siswa dan guru menjadi manusia yang utuh. Lingkungan yang hangat, aman dan penuh kepedulian pada akhirnya menjadi tujuan bersama dalam setiap sistem pendidikan demi menciptakan generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, namun juga cakap secara emosional sehingga ia siap menghadapi tantangan berikutnya.