Embarkasi Lombok Raih Indeks Kepuasan Layanan Haji Tertinggi di Indonesia
- 12 Agt 2026 10:40 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Pelayanan haji di Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat, mendapat penilaian tertinggi dibandingkan seluruh embarkasi haji di Indonesia.
Berdasarkan Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah, Embarkasi Lombok meraih indeks kepuasan sebesar 87,80.
Nilai tersebut masuk kategori sangat memuaskan dan menjadi yang tertinggi secara nasional. Hasil itu tercantum dalam publikasi Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia Tahun 1447 H/2026 M yang dirilis BPS pada 6 Agustus 2026.
| Baca juga: Jamaah Haji Sumbawa Tiba 19 Juni |
Embarkasi Lombok mengungguli Embarkasi Yogyakarta yang memperoleh nilai 87,18 dan Embarkasi Palembang dengan nilai 86,65. Adapun indeks kepuasan layanan haji dalam negeri secara nasional berada di angka 83,85 atau kategori memuaskan.
Survei SKLHI 2026 melibatkan 14.400 jemaah haji. Sebanyak 1.600 jemaah menjadi sampel untuk mengukur layanan haji dalam negeri, sedangkan 12.800 lainnya digunakan untuk mengukur layanan luar negeri pada Gelombang I dan II.
Untuk layanan dalam negeri, penilaian dilakukan terhadap pelayanan di dua titik, yakni embarkasi dan bandara keberangkatan. Penilaian didasarkan pada persepsi jemaah terhadap kualitas pelayanan yang mereka terima selama penyelenggaraan ibadah haji.
General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Aidhil Philip Julian mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan jemaah haji Embarkasi Lombok.
Menurut Aidhil, bandara menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pelayanan jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.
"Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus apresiasi bagi seluruh petugas bandara dan stakeholder yang telah berkolaborasi memberikan pelayanan kepada jemaah haji Embarkasi Lombok," ujar Aidhil Rabu 12 Agustus 2026.
Salah satu fasilitas yang digunakan adalah passenger boarding bridge atau garbarata. Fasilitas ini memungkinkan jemaah naik dan turun pesawat tanpa harus menggunakan tangga pesawat secara manual.
Pelayanan tersebut juga didukung eskalator, elevator, dan kursi roda bagi jemaah yang membutuhkan bantuan mobilitas.
Menurut Aidhil, fasilitas tersebut diharapkan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi jemaah, terutama kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan keterbatasan mobilitas.
Ia mengatakan, capaian indeks kepuasan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan haji di masa mendatang.
"Hasil ini bukan hanya menjadi sebuah capaian, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan pelayanan," kata Aidhil.
Ia menambahkan, sinergi antara pengelola bandara dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah haji semakin baik pada tahun-tahun berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....