Tour and Travel Muhsinin Perkuat Silaturahmi dengan 300 Calon Jemaah Haji Khusus
- 11 Jul 2026 08:39 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Muhsinin Tour and Travel memiliki sekitar 300 calon jemaah terdaftar dalam sistem untuk program Haji Khusus sejak 2021.
- Masa tunggu Haji Khusus di Muhsinin tidak selalu mencapai enam hingga tujuh tahun, sebagian jemaah telah diberangkatkan dalam waktu empat tahun setelah mendaftar.
- Target pemberangkatan untuk musim haji tahun depan adalah 35 jemaah dengan biaya program sebesar 16.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp250-270 juta.
RRI.CO.ID, Mataram - Tour and Travel Muhsinin terus membangun komunikasi dan silaturahmi dengan calon jemaah Haji Khusus sebagai bagian dari persiapan keberangkatan sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan sejak masa antrean.
Direktur Utama Muhsinin Tour and Travel, H. Ahmad Muharis, menyebutkan bahwa hingga saat ini sekitar 300 calon jemaah telah terdaftar dalam sistem Muhsinin Tour and Travel untuk program Haji Khusus.
"Yang sudah terdaftar dalam sistem kami kurang lebih sekitar 300 orang. Kami mulai mendapatkan izin penyelenggaraan Haji Khusus pada 2021, dan jemaah yang berangkat tahun lalu merupakan mereka yang mendaftar pada 2022," ujar Ahmad Muharis, Sabtu 11 Juli 2026 disela-sela Kegiatan Silaturahmi Calon Jamaah Haji Khusus di salah satu Hotel di Mataram.
Ia menjelaskan, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa masa tunggu Haji Khusus tidak selalu mencapai enam hingga tujuh tahun sebagaimana estimasi umum. Menurutnya, sebagian jemaah Muhsinin telah diberangkatkan dalam waktu sekitar empat tahun setelah mendaftar.
Karena itu, Muhsinin menggelar kegiatan silaturahmi bersama calon jemaah agar mereka mengenal manajemen penyelenggara sejak awal serta memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan antrean, nomor porsi, hingga persiapan keberangkatan.
"Kami ingin membangun hubungan yang baik dengan calon jemaah supaya mereka merasa menjadi keluarga besar Muhsinin. Mereka bebas bertanya kapan berangkat, perkembangan porsi, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Haji Khusus," katanya.
Untuk musim haji tahun depan, Muhsinin menargetkan sekitar 35 jemaah dapat diberangkatkan, dengan harapan jumlah tersebut masih dapat bertambah sesuai kuota nasional.
Ahmad Muharis menegaskan, pemberangkatan Haji Khusus sepenuhnya mengikuti sistem antrean berdasarkan nomor porsi sehingga tidak dapat dipercepat di luar ketentuan.
"Ini sistem. Tidak bisa dipaksakan harus berangkat tahun ini. Semua berdasarkan urutan porsi yang ditetapkan," ujarnya.
Ia menjelaskan, kuota Haji Khusus secara nasional saat ini sekitar 17 ribu jemaah, atau sekitar delapan persen dari kuota Haji Reguler. Muhsinin, lanjutnya, menjadi penyelenggara Haji Khusus yang telah memberangkatkan jemaah dari Nusa Tenggara Barat.
"Saat ini yang sudah memberangkatkan Haji Khusus dari NTB adalah Muhsinin. Mungkin ada penyelenggara lain yang sudah memiliki izin, tetapi belum melakukan pemberangkatan," katanya.
Menurut Ahmad Muharis, keunggulan Muhsinin tidak hanya terletak pada fasilitas, melainkan pada kualitas pembimbingan ibadah selama pelaksanaan haji.
Ia mengaku telah berkecimpung dalam penyelenggaraan Haji Khusus sejak 1995, meskipun Muhsinin Tour and Travel sendiri merupakan perusahaan yang relatif baru.
"Tim kami memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan Haji Khusus. Yang kami utamakan adalah pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan Nabi, bukan sekadar memberikan fasilitas," ujarnya.
Ia mencontohkan, jemaah Muhsinin dibimbing menjalankan rangkaian ibadah secara utuh, termasuk pelaksanaan mabit di Muzdalifah hingga waktu Subuh sesuai tuntunan yang diterapkan pembimbing.
Sementara untuk fasilitas, Ahmad Muharis mengatakan layanan yang diberikan relatif setara dengan penyelenggara Haji Khusus lainnya, seperti penggunaan hotel berbintang dan akomodasi yang sesuai standar.
Namun demikian, Muhsinin mengedepankan tenaga pendamping yang berasal dari NTB sehingga dinilai lebih memahami karakter dan kebutuhan jemaah daerah.
Muhsinin saat ini masih mempertahankan biaya program Haji Khusus sebesar 16.000 dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp250 juta hingga Rp270 juta, menyesuaikan kurs. Calon jemaah cukup menyiapkan dokumen berupa KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan pasfoto untuk proses pendaftaran.
Adapun setoran awal yang diperlukan sebesar 4.500 dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp80 juta, untuk memperoleh nomor porsi. Pelunasan dilakukan menjelang keberangkatan sesuai jadwal yang ditetapkan.
"Tidak harus langsung lunas. Cukup membayar 4.500 dolar untuk mendapatkan nomor porsi. Pelunasan dilakukan ketika sudah mendekati jadwal keberangkatan," jelas Ahmad Muharis.
Ahmad Muharis menambahkan, meski Haji Khusus dikelola oleh perusahaan swasta, penyelenggara tetap berada dalam pengawasan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.
Selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi, Muhsinin menyediakan dokter, pembimbing ibadah bersertifikat, tim teknis, serta mutawif yang mendampingi jemaah selama 24 jam.
"Kami menyiapkan dokter, pembimbing yang benar-benar memahami manasik haji, tim teknis, dan mutawif yang mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah. Karena haji memiliki rangkaian ibadah yang panjang dan harus dipahami dengan baik," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....