Sholat Arbain 40 Waktu, Hukum Sunnah, Terasa Rukun dan Wajib Haji
- 26 Jun 2026 11:01 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Setelah rangkaian Acara Pelepasan, hingga naik Pesawat Boeing yang menempuh perjalanan selama lebih kurang 10 jam penerbangan dengan membawa penumpang rata rata 400 orang menuju Tanah Arab, akhirnya mendarat di Bandara Internasional Madinah Al Munawarah. Tulisan kedua ini, memuat tentang semangat Jamaah Haji yang menunaikan Sholat Wajib 40 Waktu ( Arbain ) di Masjid Nabawi.
Setelah turun dari Pesawat, Jamaah Haji menyampaikan rasa Syukur dan berterima kasih kepada Allah SWT karena telah sampai di tanah Harrom, penuh berkah dan hikmah dalam keadaan sehat walafiat dan keselamatan. Walaupun dalam kondisi lelahc capek dan fisik yang belum prima, mereka menyamaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah kami telah sampai dengan selamat di tanah suci, Madinah Al- Munawarah” kata H.Syamsuddin seraya berjabat tangan dengan petugas yang sia[ memasangkan tanda pengenal khusus bagi Jemaah yang baru tiba. Ini semata mata menambah identitas Jemaah sekaligus menjadi Kartu khusus guna masuk dalam Area Arofah nantinya, sekaligus menjadi identitas resmi Ketika tidak tahu jalan kembali menuju Hotel.
Nasehat atau saran yang tidak pernah dilupakan oleh Petugas, Pembimbing, maupun Ketua romongan dan Ketua Kloter Haji, supaya jamaah senantiasa terus menjaga Kesehatan, karena waktu menunggu Wukuf di Arofah, masih sangat Panjang dan lama. Jadi diharapkan beribadah sesuai dengan fisik dan kondisi psikologis masing masing jamaah.
“Jamaah diharapkan istirahat dahulu di kamar masing masing sesuai dengan pembagian yang sudah diatur Panitia, jangan memaksakan diri dahulu sholat di Masjid Nabawi,” kata Hj Siti Rohana Ketua Kloter 10 Kota Mataram yang diteruskan Pembimbing Haji, Tim Kesehatan ( Dokter dan Perawat) Ketua Omrongan dan Ketua Regu melalui Group WA. Hal yang juga cukup melelahlkan ketika mengambil koper, karena hampir semua sama bentuk dan wjud serta bungkus koper, memerlukan waktu yang cukup lumayan meneyelsaikan pengambilan koper masing masing orang.
Rombongan tiba di Madinah sekitar pkl.10,00 Waktu Arab Saudi. Iklim, Nisbi Udara, Cuaca sudah terasa berbeda dengan kondisi di tanah air, suhu udara terasa panas, udara kering, hawa panas diantara dua Gedung sudah mulai menyapa Jamaah. Hal yang paling terasa pada setiap Jamaah Haji Adalah semangat segera melaksanakan sholat Wajib di Masjid Nabawi Madinah Al Munawarah guna dapat memenuhi 40 Waktu Sholat Arbain. Sholat Arbain ( 40 Waktu Sholat Wajib) Adalah dambn setiap Muslim, Mukmin yang menunaikan ibadah haji.
Betapa tidak sholat Arbain 40 Waktu, Adalah bahan diskusi menarik antar Jemaah Haji yang sudah menunaikan ibadah haji dengan mereka yang belum berhaji, selalu mengingatkan agar jangan sia siakan sholat 40 waktu ( Arbain), karena janji pahala dan motivasi spiritual yang luar biasa. Diantaranya terbebas dari api neraka dan kemunafikan. Sholat di Masjid Nabawi memiliki nilai pahala 1.000 kali lipat,dibandingkan sholat di Masjid lain, kecuali Masjidil Harrom. Disamping kesempatan emas Ketika pada musim haji guna mendapatkan keberkahan.
Itulah sebabnya Sholat 40 Waktu Arbain di Masjid Nabawi menjadi favorit, meski sebenarnya hukum sholat 40 Waktu Adalah hukumnya Sunnah, tetapi menjadi magnit utama menjadi motivasi mendapatkan keberkahan. Bahkan juga para Ulama dan otoritas Kesehatan, tidak menyarankan terutama Jemaah haji lansia atau fisiknya tidak prima, tidak memaksakan diri melaksanakan sholat wajib lima waktu di Masjid Nabawi.
Pada hari pertama setelah kedatangan dari tanah air, seluruh jamaah Haji dapat melksanakan sholat Wajib dengan baik di Masjidil Nabwai, tetapi setelah hari Kedua dan ketiga, sudah mulai menyambut penyakit yang biasa dialami jamaah, diantaranya batuk,filek, flu dan sakit kepala atau penyakit lainnya, karena suhu dan cuaca yang berada di atas 40 derajat, rata rata. Di setiap kamar hotel terutama Jemaah haji asal Indonesia, suara batuk dan filek bersautan, dari kamar sat uke kamar yang lain, tidak saja dialam hotel, tetapi hamper di Masjidil Nabawi terdengar suara batuk dan filek Jemaah Haji.
“Suara Batuk bersahutan diantara para jamaah yang sholat di Masjid Nabawi, Adalah Sebagian besar jamaah Haji Indonesia,” kata dokter Kloter 10 dr.Taufan asal Teruwai Kabupaten Lombok Tengah, yang tidak pernah jenuh melayani Jemaah yang sakit didampingi Hj.Nursehan perawat dari Puskesmas Taliwang Sumbawa. Tim Kesehatan selalu menanyakan, oba tapa yang dibawa dari rumah (tanah air). Kalau terkait dengan penyembuhan Flu Filek, demam, sakit kepala, tim Kesehatan langsung merekomendasikan obat tersebut.
Jarak tempuh menuju Masjid Nabawi dari Hotel sekitar kurang lebih 500 meter, jaraknya cukup bersahabat, tetapi yang perlu dikondisikan dan fisik prima adalah bersahabat dengan panas serta suhu udara. 500 meter perjalanan dari hotel adalah menuju Masjid, diterpa sinar matahari diantara 40 derajat celcius bahkan lebih. Kondisi cuaua yang demikian memperngaruhi kekuatan fisik dan daya tahan tubuh.
Bagi yang tidak mampu tubuhnya menyesuaiakn dengan cuaca, dipastikan terserang, demam flu,filek dan sakit kepala. Seorang jemaah yang sudah berusia 74 tahun, tidak masalah dengan suhu dan kondisi cuaca tersebut tetapi sangat menikmatinya sehingga mampu memenuhi 40 waktu (Arbain."Ikhlas saja kepada Allah, dan sholat diawal waktu sudah saya laksanakan sejak di tanah air," kata H. Muhammad Umar,SH,MH, pensiunan dosen Fakultas Hukum Unram.
Rata rata tiga hari sudah berada di Madinah Jemaah banyak yang terserang penyakit, Batuk,Filek,demam, sakit kepala. “Penyakit tersebut sudah biasa bagi jamaah Indonesia,” kata Ketua MUI NTB DR.H.Badrun yang terus memantau perkembangan Jemaah lewat Medsos maupun WA Group. Saran Dokter, terus minum air hangat, banyak mengkonsumsi vitamin dan obat pemulihan. (Bersambung)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....