Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Lombok Tiba 1 Juni 2026
- 28 Mei 2026 09:44 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Fase pemulangan jemaah haji Embarkasi Lombok mulai berlangsung pada 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
- Kloter pertama dijadwalkan tiba di NTB pada Senin malam, 1 Juni 2026, pukul 20.15 Wita.
- Pemulangan jemaah dibagi dalam dua gelombang penerbangan.
RRI.CO.Id, Mataram - Fase pemulangan jemaah haji Embarkasi Lombok mulai berlangsung pada 1 Juni hingga 1 Juli 2026. Kloter pertama dijadwalkan tiba di NTB pada Senin malam, 1 Juni 2026, pukul 20.15 Wita.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji NTB, H. Lalu Muhamad Amin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kepadatan saat proses kedatangan dan penjemputan jemaah. “Kami akan menyambut jemaah haji kita yang akan tiba di Lombok pada tanggal 1 Juni, hari Senin pukul 20.15 Wita,” kata Amin di Mataram, Kamis, 28 Mei 2026.
Amin menjelaskan, pemulangan jemaah dibagi dalam dua gelombang penerbangan. Gelombang pertama berlangsung pada 1–22 Juni 2026 melalui Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah. Sedangkan gelombang kedua berlangsung pada 23 Juni–1 Juli 2026 melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Lombok telah menempatkan 81 petugas di sejumlah titik yang dianggap krusial. Fokus pengamanan dan pelayanan berada pada alur penjemputan keluarga, penempatan jemaah, hingga proses penyerahan jemaah kepada pemerintah daerah dan keluarga masing-masing.
“Kami sudah melakukan mitigasi dan membuat beberapa skema agar alur penjemputan tertata rapi, tertib, dan tanpa hambatan,” ujarnya.
Sebelum kedatangan kloter pertama, PPIH juga akan menggelar simulasi, gladi, dan apel persiapan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar. Dalam skema yang disiapkan, jemaah yang tiba di Bandara Internasional Lombok akan turun melalui garbarata sambil membawa koper kabin. Barang bagasi kemudian diangkut petugas menuju bus yang membawa jemaah ke Asrama Haji Embarkasi Lombok atau MRKS.
Sementara itu, keluarga penjemput akan ditempatkan di Aula Bir Ali 1. Di lokasi tersebut, panitia menyiapkan layar untuk memantau secara langsung proses kedatangan jemaah sejak di bandara hingga tiba di embarkasi.
Adapun jemaah akan ditempatkan di Aula Bir Ali 2 sebelum diserahkan kepada keluarga. PPIH juga mengubah pola distribusi barang bawaan untuk mempercepat layanan.
“Kalau tahun lalu jamaah mencari sendiri tas kabinnya, sekarang tas akan langsung diterima di tempat duduk masing-masing,” kata Amin.
Selain itu, jemaah juga akan langsung menerima air zamzam saat keluar dari Aula Bir Ali 2. Setiap jemaah memperoleh jatah lima liter air zamzam.
Menurut Amin, perubahan skema tersebut dilakukan untuk mengurangi antrean dan memudahkan jemaah yang baru tiba setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....