Fokus Armuzna, Jamaah Haji Mataram Diminta Hemat Tenaga
- 21 Mei 2026 16:17 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram mengingatkan seluruh jamaah calon haji asal Kota Mataram agar mulai memfokuskan diri menghadapi puncak ibadah haji di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tahapan tersebut dinilai sebagai fase paling berat sekaligus paling menentukan dalam rangkaian ibadah haji.
Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan, saat ini sebanyak 809 jamaah calon haji asal Kota Mataram tahun 2026 telah berada di Tanah Suci Makkah dan tengah mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.
“Puncak pelaksanaan ibadah haji itu ada di Armuzna. Itu bukan sesuatu yang sederhana atau ringan, tetapi justru fase paling berat dalam ibadah haji,” ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.
Menurut Martawang, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jamaah melalui ketua kelompok terbang (kloter) dan ketua rombongan yang berkomunikasi secara rutin melalui telepon seluler dengan keluarga maupun petugas di Tanah Suci.
Dari laporan sementara yang diterima, kondisi kesehatan jamaah haji asal Kota Mataram hingga kini masih stabil dan belum ada laporan jamaah yang memerlukan penanganan khusus.
“Alhamdulillah, informasi yang kami terima kondisi jamaah masih stabil. Belum ada laporan jamaah yang membutuhkan perhatian khusus. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus bertahan sampai seluruh jamaah kembali ke Mataram,” katanya.
Ia menambahkan, sejak keberangkatan jamaah, pemerintah daerah terus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, mengatur ritme aktivitas, dan menghemat tenaga selama berada di Madinah maupun Makkah agar kondisi fisik tetap prima saat memasuki fase Armuzna.
“Kami berharap jamaah bisa mempertahankan kondisi kesehatannya, menjaga pola aktivitas, sehingga saat puncak ibadah haji seluruh rangkaian bisa dilaksanakan sesuai ketentuan,” katanya.
Selain itu, para petugas haji diminta lebih aktif mendampingi jamaah, terutama jamaah lanjut usia (lansia), agar tetap terpantau dan tidak mengalami kelelahan berlebihan menjelang wukuf di Arafah.
Martawang juga menyebutkan, berdasarkan informasi dari petugas haji di Tanah Suci, mulai 25 Mei 2026 aktivitas ibadah sunnah ke Masjidilharam maupun kegiatan luar ruang akan dibatasi sementara.
Pembatasan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar jamaah tidak kelelahan dan dapat memprioritaskan energi untuk menjalani rangkaian utama ibadah haji di Armuzna.
“Tujuannya supaya jamaah bisa lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi wukuf dan rangkaian ibadah lainnya yang membutuhkan kondisi fisik prima,” ujar Mertawang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....