Inovasi Scan Barcode Jadi Solusi Baru Atasi Masalah Jamaah Haji di Lombok Barat

  • 22 Apr 2026 16:17 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Terobosan baru dilakukan Kementerian Haji dan Umroh di Lombok Barat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada calon jamaah haji. Untuk pertama kalinya, diterapkan sistem digital berbasis scan barcode IT to Office guna memastikan pengelolaan jamaah dan barang bawaan berjalan lebih cepat, akurat, dan tertata.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Lombok Barat, H. Suparlan, menjelaskan inovasi ini lahir dari evaluasi terhadap persoalan klasik yang kerap terjadi setiap musim haji, khususnya terkait pengelolaan barang bawaan jamaah.

“Jadi inovasi kami bagaimana pengelolaan barang bawaan jamaah haji, bagaimana pengelolaan jamaah haji manusianya dan barang bawaannya kan harus menjadi perhatian. Ini sering menjadi masalah kita, masalah bawaan. Kadang bawaan ini kan beda arahnya menjadi ribut. Hal sepele tapi menguras energi,” ujar Suparlan saat ditemui RRI di kantornya Gerung, Lombok Barat, Rabu 22 April 2026.

Menurutnya, jumlah jamaah yang besar dengan barang bawaan yang beragam membutuhkan sistem yang mampu mengidentifikasi secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, pihaknya mengembangkan mini aplikasi berbasis barcode yang terintegrasi dengan identitas jamaah.

“Jadi kami berinovasi dari pengelolaan barang ini terhadap kopernya calon jamaah haji. Supaya kita bisa cepat temukan, cepat tahu, dan cepat identifikasi kehadirannya serta keadaannya,” katanya menegaskan.

Melalui sistem ini, setiap koper dan identitas jamaah dipindai menggunakan barcode yang sudah tertera pada ID card. Hasil pemindaian langsung menampilkan data lengkap jamaah, mulai dari identitas, kelompok (rombongan dan regu), hingga status kehadiran yang otomatis tercatat dalam sistem.

“Begitu discan langsung kita lihat resume-nya, otomatis masuk ke data kehadiran calon jamaah haji. Jadi sudah sama orangnya, barangnya, rombongannya, regunya. Semua langsung terbaca dan ada ringkasannya,” ucapnya.

Implementasi inovasi ini bahkan telah diuji coba pada proses penerimaan koper jamaah di aula kantor Kementerian. Hasilnya, proses pendataan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan metode manual.

“Koper yang diterima di aula sudah kita scan. Jadi cepat tahunya, tidak perlu cek satu per satu secara manual. Ini memudahkan sekali,” katanya.

Ia juga menegaskan inovasi ini merupakan yang pertama kali diterapkan di lingkungan Kementerian Haji dan Umroh Lombok Barat, sekaligus menjadi langkah awal menuju sistem pelayanan haji yang lebih modern dan efisien.

“Ini pertama kali kami lakukan. Mudah-mudahan tidak ada kendala saat pengecekan jamaah besok. Mulai dari penempatan hingga distribusi tempat duduk di kendaraan juga sudah tersusun rapi dan sistematis,” ujarnya.

Dengan sistem ini, pergerakan jamaah diharapkan menjadi lebih tertib karena telah diatur berdasarkan urutan data digital yang terintegrasi. Hal-hal yang selama ini dianggap sepele, seperti penempatan bus dan alur keberangkatan, kini dapat dikelola secara lebih efisien.

“Hal-hal kecil seperti ini kalau tidak sistematis bisa jadi masalah besar. Tapi dengan sistem ini semuanya sudah berurutan dan rapi,” katanya mengakhiri.

Inovasi ini diharapkan menjadi model baru dalam pelayanan haji di daerah lain, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan calon jamaah haji dalam menjalankan ibadah ke Tanah Suci.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....