Cegah Penularan Campak, Pengawasan Kesehatan Jemaah Haji Diperketat

  • 21 Apr 2026 15:40 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • BKK Kelas I Mataram memperketat pengawasan jemaah haji dari daerah KLB campak
  • Kepala BKK, Herman Nugraha, menegaskan koordinasi dilakukan dengan dinas kesehatan daerah
  • Vaksinasi wajib meliputi meningitis, polio, dan COVID-19
  • Mitigasi dilakukan untuk mencegah penularan campak selama proses ibadah haji

RRI.CO.ID, Mataram — Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram memperketat pengawasan terhadap calon jemaah haji yang berasal dari daerah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi guna mencegah penyebaran penyakit selama proses keberangkatan hingga kepulangan jemaah.

Kepala BKK Kelas I Mataram, Herman Nugraha, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan kesehatan di daerah untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan terpantau secara menyeluruh.

“Kami bekerja sama dengan petugas kesehatan daerah untuk memastikan jemaah haji yang berasal dari wilayah KLB campak benar-benar dipantau kondisi kesehatannya,” ujar Herman, Selasa 21 April 2026.

Ia menjelaskan, meskipun Kartu Identitas Pelayanan Kesehatan (KIP) belum menjangkau seluruh wilayah secara merata, pihaknya tetap mengupayakan promosi kesehatan serta edukasi kepada jemaah agar lebih waspada terhadap risiko penularan penyakit.

Menurutnya, vaksinasi menjadi salah satu langkah utama dalam pencegahan. Jemaah haji diwajibkan telah mendapatkan vaksin meningitis, polio, dan COVID-19 sebelum keberangkatan. Selain itu, pengawasan terhadap gejala campak juga terus dilakukan, terutama bagi jemaah dari daerah dengan kasus tinggi.

“Kami khawatir jika ada jemaah yang terpapar campak, karena ini penyakit menular yang bisa berdampak luas. Oleh karena itu, mitigasi terus kami lakukan sejak awal,” jelasnya.

Herman berharap tidak ada calon jemaah haji yang terjangkit campak selama rangkaian ibadah berlangsung. Pasalnya, kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan jemaah sekaligus berpotensi menyebarkan virus ke jemaah lain.

BKK juga mengimbau kepada dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk aktif memastikan kondisi kesehatan jemaah dari wilayah KLB. Pemantauan dilakukan baik sebelum keberangkatan maupun saat jemaah berada di daerah asal.

“Kami minta seluruh pihak terkait memastikan jemaah tetap dalam kondisi sehat, terutama yang berasal dari daerah KLB campak. Upaya pencegahan harus dilakukan secara maksimal di masing-masing daerah,” tambahnya.

Dengan langkah ini, diharapkan penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan yang berarti, khususnya dari ancaman penyakit campak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....