Jamaah Haji Lombok Timur Fokus Kesehatan dan Ibadah jelang Pemberangkatan

  • 08 Apr 2026 08:07 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, jamaah calon haji (JCH) asal Lombok Timur terus mematangkan berbagai persiapan, baik dari sisi fisik, mental, maupun pemahaman ibadah. Kesiapan ini dinilai penting agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan lancar.

Jamaah Kloter 6 di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur misalnya, telah intens menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat. Aktivitas seperti berjalan kaki rutin, menjaga pola makan, serta istirahat cukup menjadi bagian dari persiapan harian. Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara berkala di puskesmas maupun rumah sakit guna memastikan kondisi tubuh tetap prima.

Salah satu jamaah, Muh. Bohari, menegaskan bahwa kesiapan fisik menjadi prioritas utama sebelum berangkat. “Kami menjaga kesehatan dengan istirahat cukup, minum vitamin, dan rutin berjalan kaki agar kondisi tetap fit,” ujarnya, Rabu, 8 April

Menurutnya, kebiasaan tersebut sudah mulai diterapkan sejak mengikuti manasik haji, sehingga tubuh terbiasa dengan aktivitas fisik yang nantinya akan dijalani selama di Tanah Suci. Selain itu, para jamaah juga terus meningkatkan pemahaman terkait tata cara ibadah haji melalui manasik di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga bimbingan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

“Kami juga terus memperbaiki bacaan dan memahami tata cara haji, agar ibadah bisa dijalankan dengan baik dan sempurna,” tambahnya.

Di tengah persiapan tersebut, tradisi masyarakat seperti hajatan atau “roah” tetap dilakukan. Namun, kegiatan ini dilaksanakan secara sederhana tanpa berlebihan dan tidak menimbulkan hutang.

Bagi masyarakat Lombok Timur, tradisi ini menjadi bagian dari budaya sekaligus sarana mempererat silaturahmi serta memohon doa sebelum berangkat haji. Selain itu sebagai wujud syukur dapat menunaikan panggilan Allah SWT.

Jamaah lainnya, Munawar, yang juga bertugas sebagai ketua regu dengan 10 anggota, menyampaikan bahwa dirinya rutin menjaga kebugaran dengan berjalan kaki setiap pagi dan sore. “Setelah subuh saya berjalan kaki sekitar 30 menit, dan diulang kembali pada sore hari dengan durasi yang sama,” katanya.

Sebagai ketua regu, Munawar juga memiliki tanggung jawab tambahan untuk memastikan seluruh anggota dalam kondisi siap. “Setiap anggota harus saling membantu. Kami dibimbing melalui manasik dan KBIH, baik terkait rukun maupun sunnah haji, agar bisa menjalankan ibadah dengan baik,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesiapan tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga perlengkapan, termasuk menyiapkan obat-obatan dan vitamin untuk menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah haji. Sementara untuk hajatan cukup dilakukan sederhana.

Sementara itu, jamaah lainnya, Suhaimi, mengungkapkan bahwa dirinya terus mengikuti anjuran tenaga medis dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. “Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan rutin, kondisi kami dinyatakan sehat. Kesehatan menjadi faktor utama agar ibadah bisa berjalan lancar,” ungkapnya.

Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan pelayanan maksimal serta informasi yang jelas kepada jamaah, termasuk terkait penempatan zona selama di Tanah Suci. “Harapan kami, pemerintah bisa mengupayakan penempatan yang lebih dekat agar memudahkan jamaah dalam beribadah,” ujarnya.

Para jamaah memiliki harapan besar melalui doa yang dipanjatkan nantinya di Tanah Suci. Selain itu berharap dapat meraih predikat haji mabrur, serta membawa keberkahan bagi orang-orang terdekat.

Diketahui, jamaah haji Kloter 6 Lombok Timur dengan jumlah 393 termasuk petugas dijadwalkan akan dilepas pada 27 April di Masjid Al Mujahidin Selong. Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, para jamaah optimis dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....