Saling Mendoakan, agar Tetap Sehat dan dalam Lindungan Allah SWT

  • 06 Apr 2026 13:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Calon Jemaah Haji kini memasuki fase terakhir, sebelum berangkat menuju tanah suci Makkah maupun Madinah, setelah mereka mengikuti Manasik Haji dengan baik yang dilaksanakan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Mataram, khususnya di Kota Mataram. Sedangkan di daerah lain sudah melaksanakan Manasik Haji sebelum melaksanakan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H. Sejak hari ini, Senin 6 April 2026 sudah ada Calon Jemaah Haji yang membuka waktu atau moment ziarah, biasanya diawali dengan Selakaran atau pembacaan Berzanji.

Pada fase ini, Calon Jemaah Haji melaksanakan atau menggelar Walimatusyafar atau dalam bahasa lokal pembukaan acara ziarah sekaligus sebagai pengumuman resmi kepada keluarga, sahabat dan kerabat bahwa jemaah tersebut, dicatat sebagai jemaah yang diberangkatkan menjalankan ibadah Haji. Mereka mengundang tetangga, sanak dan keluarga, bersilaturrahim serta memohon maaf dan memohon doa supaya diberikan kelapangan, kesehatan, keafitan dan kemudahan dalam menjalankan rukun dan wajib haji di Mekkah maupun Madinah Al Munawarah.

Paling utama dan prioritas dijaga Calon Jemaah Haji menjelang keberangkatan menuju Tanah Suci adalah Faktor Kesehatan. Tim Kesehatan Haji maupun Tenaga Kesehatan di Puskesmas senantiasa terus mengingatkan jemaah supaya menjaga kesehatan. Disamping berlatih melakukan jogging sebagai salah satu cara simulasi menghadapi kondisi ril di tanah suci Mekkah, karena Lokasi pemondokan dengan Masjidil Haram jaraknya lumayan jauh, sehingga harus Latihan joging dengan tujuan agar fisik tetap bugar. Dengan demikian dapat dengan mudah beradaptasi dengan kondisi jarak dan suhu di Tanah Suci Makkah.

Di Pedusunan dan Desa, lokasi rumah calon jemaah haji dihias dengan suasana kearifan lokal dengan pemasangan Kelansah (Daun kelapa yang diulat) dibuat seperti terop lalu dipasang sepanduk berukuran satu meter lebar, satu setengah panjang. Pemandangan seperti ini, sudah menjadi pemberitahuan bahwa warga tersebut akan menunaikan ibadah haji. Mereka membuka waktu ziarah sampai dengan Hmin tiga atau dua hari jelang pemberangkatan. Hal ini dimaksudkan supaya kondisi fisik Jemaah dapat terjaga dengan baik dan tetap dalam kondisi sehat dan bugar.

Hal lain yang selalu diingatkan juga oleh Tim Kesehatan adalah mempersiapkan obat-obatan yang dianjukan oleh dokter, mulai obat sakit kepala, masuk angin, dan penurun tekanan darah tinggi (Tensi) dan obatan-obatan lainnya untuk menjaga kondisi gula darah, penurun panas, serta flu dan batuk serta vitamin. Semua obatan obatan ringan sudah harus disiapkan jemaah dan dimasukkan dalam koper.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....