Manasik Haji, Saling menjaga dan Jangan Meremehkan

  • 13 Feb 2026 11:12 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Setiap Figur yang menjadi Narasumber dalam Manasik Haji 2026, memiliki Cara dan gaya berbeda dalam setiap penyampaian materi, terpenting isi pesan dapat sampe kepada audien (CalonJemaah Haji). Ada Format Pidato seperti ceramah agama, dengan gaya humor, ada pidato yang mengelaborasi penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Ibu seperti Bahasa Sasaq Lombok serta pengunaan PPT. Pantauan RRI Mataram dilokasi Manasik, hari Jumat , 13 Pebruari 2026, seluruh Calon Jemaah Haji dalam kondisi sehat wal afiat.

Materi yang disampaikan kepada Jemaah Calon Haji, seputar Tata Cara Ibadah rukun dan wajib haji Wukuf di Arofah, Mabid di Muzdalifah serta Lompar Jumroh di Mina. Sejak keberangkatan tgl. 8 Dzulhijah hingga 13 Dzulhijah, semenjak dari Pemondokan atau Hotel. Rangkaian Ritual Ibadah Haji diawali pemberangkatan dari Hotel Penginapan, sebelumnya disunnahkan mandi bersih, menggunakan wangi -wangian, sabun, sikat gigi, serta aksesoris lainnya, lalu menggunakan Ichram dan haji dengan diawali niat Ichram serta menghindari hal hal yang membatalkan ihram. Setelah Berihram, tidak lagi dan tidak boleh menggunakan wangi wanigan, topi, songkok ,sabun, sikat gigi dan hal hal lain yang dilarang, sebab prilaku itu membatalkan Ihram.

Kiyai Haji Nurdin Narasumber mengingatkan Calon Jemaah Haji supaya jangan meremehkan orang lain, baik dari penampilan maupun fisik, karena pernyataan itu langsung mendapatkan balasan Allah SWT. Lebih baik kita banyak Beristigfar dan berzikir, karena kita semua Adalah Tamu Allah,” kata Ustadz Haji Nurdin memberikan penjelasan. Ia menambahkan, kedepankan pernyataan kata kata yang positif, yang membangun semangat dan motivasi, termasuk kepada mereka yang lansia, hindari kata kata yang tidak produktif, mencela dan meremehkan.” Harus kita jaga lisan, karena dari lisan ini, muncul masalah”katanya menambhakan supaya berpikir dulu sebelum mengeluarkan kata kata, apalagi pasangan suami istri.” Gara Gara sepele, kita marah seperti lama menunggu mandi”, katanya.

Setiap Jemaah harus menjaga lisan atau kata kata, serta menjaga niat dan memperbanyak menolong dan berbuat kebaikan antar sesame Jemaah. Jangan terlalu percaya diri apalagi sampai meremehakan dengan mengungkap pernyatan bahwa Kembali menuju hotel dan pernayaatn lainnya, karena banyak orang yang tersesat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....