Bupati Lotim Buka Manasik Haji Diikuti 1.401 JCH
- 10 Feb 2026 15:00 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin secara resmi membuka bimbingan manasik haji tahun 1447 H/2026 tingkat Kabupaten Lombok Timur, Selasa 10 Februari 2026 di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Kegiatan yang diikuti 1.401 calon jamaah calon haji (JCH) tersebut menjadi langkah awal persiapan intensif sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan manasik haji tersebut. Ia mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah istimewa yang tidak diberikan kepada semua orang, sehingga para jamaah diminta bersungguh-sungguh mengikuti setiap rangkaian bimbingan.
“Tidak semua orang diberikan kesempatan, kesehatan, dan panggilan dari Allah SWT untuk berhaji. Penting bagi jamaah untuk tidak abai memperhatikan dan memahami dengan baik apa yang disampaikan oleh tutor manasik, karena manasik merupakan petunjuk lahir batin dan gambaran rukun-rukun haji secara detail,” jelasnya.
Bupati juga mengingatkan para jamaah agar memahami berbagai larangan selama berhaji, seperti fusuq (berbuat maksiat), jidal (bertengkar, berdebat, atau berkata kotor), serta rafats (hubungan seksual). Ia berharap seluruh jamaah dapat menjaga sikap dan perilaku sehingga mampu meraih haji yang mabrur.
Bupati turut menyinggung telah diresmikannya Kantor Imigrasi Kelas II (B) di Kabupaten Lombok Timur yang sebelumnya hanya berupa kantor perwakilan dari Mataram. Kehadiran kantor tersebut diharapkan mempermudah pelayanan haji, umrah, pembuatan, hingga perpanjangan paspor dan visa di Selong. Ia pun berpesan kepada jajaran imigrasi agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Tolong dikawal. Meski berada di bawah kendali pusat, kabupaten akan tetap mengawasi. Untuk itu jangan mempersulit pelayanan dan merugikan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Haji dan Umrah, Kementerian Agama Lombok Timur H. Makinudin menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelayanan jamaah haji. Ia menyebutkan, tahun ini seluruh CJH Lombok Timur mendapatkan jasket (jas dan jaket) dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sebagai identitas tambahan selain batik yang diberikan pemerintah pusat.
“Ini akan menjadi ciri khas kita selain batik yang sudah didapatkan dari pusat,” ucapnya.
Bimbingan manasik haji bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada calon jamaah agar mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik dan meraih predikat haji mabrur. Kegiatan manasik tingkat kabupaten berlangsung mulai 10 Februari, kemudian dilanjutkan di tingkat kecamatan yang dibagi dalam empat lokasi hingga 14 Februari.
Tahun ini, Kabupaten Lombok Timur tercatat sebagai daerah dengan jumlah calon jamaah haji terbanyak, yakni 1.401 orang, meningkat hampir 100 persen dibandingkan tahun 2025. Keberangkatan jamaah direncanakan terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), dengan Lombok Timur menjadi kloter pertama yang diberangkatkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....