Usai Pulang Haji, Jangan Abaikan Gejala Sakit
- 16 Jun 2025 14:00 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah, dr. M. Imran, mengimbau jemaah haji yang telah kembali ke Tanah Air untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sakit.
“Kalau ada gejala sakit seperti demam, batuk, sesak napas, kami anjurkan agar segera berobat ke rumah sakit maupun puskesmas,” ujar dr. Imran dalam konferensi pers di Makkah, Minggu (15/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa gejala tersebut bisa timbul akibat kelelahan dan kondisi tubuh yang menurun setelah menjalani rangkaian ibadah haji. “Jika gejala dirasakan dalam waktu kurang dari 14 hari sejak kepulangan, segera lakukan pemeriksaan. Ceritakan juga riwayat perjalanan haji Anda agar dapat ditangani secara tepat,” imbaunya.
Sementara itu, bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi, dr. Imran mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem. Saat ini Makkah dan Madinah sedang memasuki puncak musim panas, dengan suhu mencapai 45–47 derajat Celsius.
“Arab Saudi sedang mengalami puncak panas pada Juni-Juli. Hari ini saja suhu di Makkah 45°C dan di Madinah 47°C. Udara kering dan kelembapan rendah membuat cuaca terasa lebih menyengat,” jelasnya.
Ia mengimbau jemaah untuk, beristirahat cukup di hotel, hindari aktivitas berat seperti umrah sunnah berulang kali atau mengejar arbain, menghindari keluar hotel pada pukul 10.00–16.00 WAS, gunakan payung, semprotan wajah, dan minum air secara rutin. Selain itu juga mengunakan masker, terutama jika mengalami gejala batuk dan pilek.
"Bagi jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid), lakukan ibadah di hotel seperti tadarus, zikir, dan sedekah. Dan Jemaah lansia disarankan selalu didampingi dan menjalani pemeriksaan kesehatan rutin minimal seminggu sekali di kloter," ujarnya.
Hingga hari ke-44 penyelenggaraan haji, sebanyak 72.100 jemaah telah mendapatkan layanan kesehatan dari tim PPIH. Penyakit terbanyak yang diderita adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hipertensi, diabetes, dan komplikasi lainnya.
Sementara itu, tercatat 238 jemaah harus menjalani rawat inap di rumah sakit di Arab Saudi akibat pneumonia, diabetes, dan penyakit jantung koroner. Jumlah jemaah wafat hingga saat ini mencapai 275 orang — lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
“Kami berharap seluruh jemaah selalu dalam keadaan sehat. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan kemabruran kepada seluruh jemaah haji, baik yang masih di tanah suci maupun yang telah pulang ke Tanah Air,” pungkas dr. Imran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....