Ampenan, Gerbang Haru Perjalanan Haji Tempo Dulu
- 31 Mei 2025 22:56 WIB
- Mataram
KBRN.Mataram: Sebelum pesawat menjadi moda utama menuju Tanah Suci, Pelabuhan Ampenan di pesisir barat Lombok menjadi salah satu titik krusial pemberangkatan jemaah haji asal Nusantara. Suasana religius dan haru mewarnai setiap prosesi keberangkatan, menjadikannya saksi bisu perjalanan spiritual umat Islam.
Fendy Lukman, tokoh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kota Tua Ampenan, menceritakan bahwa pelabuhan ini dahulu dipadati ribuan calon jemaah dan keluarganya. “Mereka bermukim sementara, membawa logistik, dan mengisi hari-hari dengan ibadah. Dzikir dan selakaran bergema hampir setiap malam menjelang keberangkatan,” ujarnya.
Kenangan itu turut diperkuat oleh Pastor Hank Gedir, warga Belanda yang pernah tinggal di Mataram. Ia pernah menyaksikan iring-iringan jemaah berjalan dini hari menuju pantai. “Ternyata malam itu mereka hendak berangkat ke Mekah. Suasananya begitu hidup, nyaris seperti lautan manusia,” tulisnya dalam catatan pribadinya.
Ampenan menjadi titik pertemuan antara harapan dan air mata. Jemaah membawa bekal doa dan tekad, menapaki perjalanan panjang tanpa kepastian bisa kembali. Di tengah pelukan keluarga, mereka menaiki perahu kecil menuju kapal besar yang menunggu di tengah laut.
Kini, sisa-sisa kejayaan itu masih tersimpan dalam bangunan tua, losmen peninggalan kolonial, dan dermaga besi yang nyaris lenyap tertutup laut. Ampenan tidak hanya menyimpan jejak sejarah, tetapi juga ruh spiritual masyarakat Lombok yang tak lekang oleh zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....